JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa setiap pencabutan sanksi terhadap Iran akan memberikan keuntungan besar bagi petani Amerika.
Berbicara di Ruang Oval, Senin (22/6/2026), Trump menyebut lebih dari 90 juta penduduk Iran menghadapi kerawanan pangan dan akan menggunakan dana yang dicairkan untuk membeli ekspor pertanian dari AS. “Jika sankis dicabut, uang akan masuk ke negara ini. Uang yang kita cabut akan diberikan kepada petani kita, sebagain besar kepada petani kita,” ujarnya, dilansir The Guardian, Selasa (23/6/2026).
Trump juga menyatakan Selat Hormuz kini “sepenuhnya terbuka” dengan catatan transit minyak harian tertinggi sepanjang sejarah pada Minggu lalu. Ia menilai blokade angkatan laut lebih efektif dibanding serangan militer. “Kita memiliki Selat yang terbuka, dan kita memiliki negara yang tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” katanya.
Presiden AS mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran agar mematuhi komitmen dalam memorandum nuklir yang baru ditandatangani. Ia menegaskan Washington akan bertindak tegas jika Iran melanggar kesepakatan. Mengenai Lebanon, Trump menepis kekhawatiran atas sikap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan menyebut dirinya sebagai “pemecah masalah.”
Pernyataan ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman 14 poin antara Washington dan Teheran pekan lalu. Dokumen tersebut meluncurkan periode negosiasi 60 hari untuk menyelesaikan perselisihan terkait persediaan uranium Iran dan program nuklirnya. Kesepakatan mencakup penghentian operasi militer di semua lini, pencabutan blokade angkatan laut, jalur aman bagi kapal komersial di Selat Hormuz, serta rencana rekonstruksi ekonomi Iran senilai minimal 300 miliar dolar AS. Teheran juga menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.