JAKARTA – Arab Saudi dikabarkan menerima informasi intelijen terkait potensi serangan dari kelompok bersenjata asing. Laporan Al Arabiya pada Kamis (6/8/2026) menyebutkan, target serangan bisa mencakup fasilitas sipil dan infrastruktur energi, termasuk bandara, pelabuhan, serta instalasi vital lainnya di kerajaan tersebut.
Sumber intelijen menuding rencana itu berasal dari kelompok Ansar Allah di Yaman, atau Houthi, yang telah lama berkonflik dengan Arab Saudi. Selain Houthi, sejumlah kelompok bersenjata di Irak dan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga disebut dalam laporan tersebut.
Meski demikian, pada akhir Juli lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kesiapan negaranya membantu Arab Saudi menyelesaikan konflik dengan Houthi. Namun ketegangan kembali meningkat setelah Houthi mengumumkan larangan pelayaran bagi kapal-kapal terkait Arab Saudi di Laut Merah, dengan alasan adanya blokade terhadap wilayah mereka.
Kelompok itu juga mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal, fasilitas energi, dan bandara yang berhubungan dengan Arab Saudi. Sebagai respons, koalisi pimpinan Riyadh melancarkan serangan udara terbatas ke sejumlah sasaran militer Houthi di Yaman.
Konflik di Yaman sendiri telah berlangsung sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut sebagian besar wilayah utara termasuk Sana’a. Situasi itu mendorong intervensi koalisi Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.


