NEW YORK – Menteri Luar Negeri RI Sugiono tiba di New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9), untuk memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
Kehadiran Indonesia pada High-Level Week SMU PBB menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap multilateralisme dan kerja sama internasional.
Indonesia akan mendorong dialog, mempertemukan berbagai kepentingan, serta membangun konsensus menghadapi persoalan global yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut, Indonesia juga akan menyuarakan kepentingan negara berkembang sekaligus memperkuat kontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia.
Isu Palestina menjadi salah satu perhatian Indonesia, termasuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta pemulihan dan rekonstruksi Gaza.
Selama berada di New York, Sugiono dijadwalkan menghadiri sejumlah forum tingkat tinggi dan pertemuan menteri yang membahas agenda strategis dunia.
Topik yang dibahas mencakup perdamaian dan keamanan internasional, Palestina, pembangunan, perubahan iklim, hingga penguatan sistem multilateralisme.
Agenda diplomasi Indonesia juga mencakup pertemuan bilateral dengan sejumlah negara anggota PBB dan mitra strategis Indonesia.
Pertemuan tersebut akan membahas penguatan hubungan bilateral serta berbagai persoalan regional dan global yang memiliki kepentingan bersama.
Momentum High-Level Week turut dimanfaatkan Indonesia untuk meluncurkan kampanye pencalonan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.
Rencana pencalonan Indonesia itu sebelumnya telah disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Januari 2026.
Sugiono dijadwalkan menyampaikan Pernyataan Nasional Indonesia dalam Debat Umum SMU PBB ke-81 pada Sabtu (26/9) malam waktu New York.
Pernyataan tersebut akan memuat pandangan dan posisi Indonesia terhadap sejumlah perkembangan serta tantangan global yang tengah menjadi perhatian dunia.
Keikutsertaan Indonesia dalam SMU PBB ke-81 menegaskan keberlanjutan peran aktif Jakarta dalam merespons berbagai persoalan internasional.
Melalui forum tersebut, Indonesia akan terus mendorong dialog, memperluas kerja sama, serta berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan global.***