MONTERREY – Timnas Korea Selatan bersiap menjalani pertandingan penentuan Grup A Piala Dunia 2026 dengan modal yang tak dimiliki banyak tim tamu.
Modal tersebut yakni dukungan besar dari publik Meksiko yang diperkirakan kembali memenuhi stadion saat menghadapi Afrika Selatan di Monterrey.
Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, menilai atmosfer yang tercipta dalam laga terakhir fase grup tersebut berpotensi menghadirkan nuansa seperti bermain di kandang sendiri meskipun pertandingan berlangsung ribuan kilometer dari Seoul.
Keyakinan itu muncul setelah gelombang dukungan suporter Meksiko terlihat jelas saat Taeguk Warriors menundukkan Republik Ceko dengan skor 2-1 pada laga pembuka yang digelar di Guadalajara.
Hong menyebut dukungan tersebut sebagai keuntungan besar yang dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri para pemain dalam laga yang sangat menentukan langkah mereka ke babak gugur.
“Kami mungkin akan merasakan suasana seperti bermain di kandang sendiri besok, dan itu adalah hadiah yang sangat besar bagi para pemain kami,” ujar Hong Myung-bo dikutip dari AP Sports, Rabu (24/6/2026).
Menurut mantan kapten Korea Selatan yang membawa negaranya mencapai semifinal Piala Dunia 2002 itu, dukungan suporter lokal harus dimanfaatkan secara maksimal agar timnya mampu menampilkan performa terbaik saat menghadapi Afrika Selatan.
Kedekatan emosional antara suporter Meksiko dan Korea Selatan bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola internasional.
Hubungan istimewa tersebut mulai terjalin kuat sejak Piala Dunia 2018 ketika Korea Selatan secara mengejutkan mengalahkan Jerman 2-0 pada fase grup.
Hasil bersejarah itu secara langsung membantu Meksiko melaju ke babak 16 besar sehingga memunculkan rasa simpati dan apresiasi yang mendalam dari para penggemar sepak bola Negeri Sombrero.
Kala itu, ribuan pendukung Meksiko bahkan mendatangi konsulat Korea Selatan di Monterrey sambil meneriakkan slogan persaudaraan yang terkenal, “Coreano, hermano, ya eres Mexicano” atau “Saudara Korea, kini kamu adalah orang Meksiko.”
Sejak momen tersebut, hubungan antarsuporter kedua negara terus berkembang menjadi ikatan unik yang melampaui perbedaan budaya maupun tradisi sepak bola.
Salah satu pendukung Korea Selatan yang datang langsung dari Seoul, Lee Ha-young, mengakui energi suporter Meksiko memberikan pengalaman berbeda bagi para penggemar Asia Timur.
Menurut Lee, masyarakat Korea Selatan sebenarnya memiliki semangat yang sama besar dalam mendukung tim nasional, namun budaya mereka cenderung lebih menahan ekspresi dibandingkan suporter Meksiko yang dikenal sangat ekspresif.
“Suporter Meksiko memiliki energi luar biasa, bahkan lebih besar daripada kami, tetapi semangat kami sebenarnya sama dan berasal dari hati,” kata Lee.
Dukungan terhadap Korea Selatan di Monterrey juga diperkuat oleh keberadaan komunitas diaspora Korea yang cukup besar di kawasan tersebut.
Diperkirakan sekitar 5.000 warga keturunan Korea Selatan menetap di Monterrey, terutama di wilayah Pesquería yang berada di sisi timur Bandara Internasional Monterrey.
Pertumbuhan komunitas tersebut tidak terlepas dari investasi industri Korea Selatan di kawasan itu, termasuk berdirinya pabrik KIA Motors dan sejumlah perusahaan lain yang mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
Keberuntungan Korea Selatan semakin terasa karena seluruh pertandingan Grup A dimainkan di Meksiko yang menjadi salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Awalnya banyak penggemar Korea Selatan berharap tim kesayangannya bermain di Amerika Serikat agar bisa menyaksikan lebih dekat aksi kapten tim, Son Heung-min, yang kini memperkuat klub Los Angeles FC.
Namun keramahan masyarakat Meksiko membuat banyak pendukung Korea Selatan merasa diterima dan nyaman selama mengikuti turnamen.
“Orang-orang Meksiko sangat hangat kepada kami, sehingga sekarang kami merasa seperti berada di rumah sendiri di Monterrey,” ujar Lee.
Menjelang laga kontra Afrika Selatan, Korea Selatan berada di posisi kedua klasemen Grup A dengan koleksi tiga poin hasil satu kemenangan dan satu kekalahan.
Sementara itu, Afrika Selatan dan Republik Ceko sama-sama mengantongi satu poin setelah bermain imbang 1-1 pada pertandingan sebelumnya.
Situasi tersebut membuat Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke fase gugur.
Sebaliknya, Afrika Selatan harus meraih kemenangan apabila ingin menjaga peluang lolos tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain.
Jika berhasil finis sebagai runner-up grup, Korea Selatan berpeluang melanjutkan perjalanan ke Los Angeles untuk menghadapi peringkat kedua Grup B pada babak 32 besar.
Kota Los Angeles juga bukan tempat asing bagi Taeguk Warriors karena menjadi rumah bagi lebih dari 300 ribu warga keturunan Korea yang berpotensi memberikan dukungan tambahan.
Meski demikian, fokus utama skuad Hong Myung-bo saat ini tetap tertuju pada duel krusial di Monterrey yang dapat menentukan nasib mereka di Piala Dunia 2026.
Bagi banyak suporter Korea Selatan yang telah merasakan sambutan hangat dari publik setempat, Meksiko bukan lagi sekadar tuan rumah turnamen melainkan rumah kedua selama perjalanan mereka di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Laga matchday ketiga Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan vs Afrika Selatan berlangsung Kamis (25/6/2026) pukul 08.00 WIB di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko.***


