Wasit kawakan asal Slovenia, Slavko Vincic, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia perwasitan profesional. Keputusan mengejutkan ini datang hanya satu pekan setelah ia memimpin laga puncak paling panas di planet bumi: Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.
Kepastian gantung peluitnya sang pengadil lapangan dikonfirmasi langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Slovenia (NZS) melalui pernyataan resminya.
โSeminggu setelah final Piala Dunia di AS, Slavko Vincic secara resmi mengakhiri karier wasitnya yang bersejarah di puncak dunia,โ tulis NZS, dikutip dari Yahoo Sports, Senin (27/7/2026).
Laga Terakhir Penuh Drama & Hujan Kartu Merah
Laga penutup karier Vincic di Stadion New York/New Jersey pada 19 Juli 2026 lalu berlangsung sangat bertensi tinggi. Spanyol keluar sebagai juara dunia usai menang tipis 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.
Namun, gaya kepemimpinan pria berusia 46 tahun ini tak lepas dari sorotan tajam.ย Vincic dinilai ketat namun harus berjuang ekstra mengendalikan permainan keras Argentina.
Ia mengganjar gelandang Chelsea dan Argentina tersebut dengan kartu merah di masa injury time.ย Usai peluit panjang, bentrokan antarpemain pecah di lapangan yang memicu FIFA membuka penyelidikan resmi terkait insiden tersebut.
Rekam Jejak Mentereng Wasit Elite Eropa
Meskipun diwarnai kontroversi di laga pemungkasnya, Vincic diakui sebagai salah satu pengadil lapangan terbaik yang dimiliki UEFA sejak masuk jajaran kelompok elit pada 2019.
Sederet laga megah yang pernah dipimpin Slavko Vincic:
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina (AS, 2026)
-
Final Liga Champions 2024: Real Madrid vs Borussia Dortmund
-
Semifinal Euro 2024: Spanyol vs Prancis
-
Final Liga Europa 2022: Eintracht Frankfurt vs Rangers
-
Derbi Turki Sejarah (2025): Galatasaray vs Fenerbahce (Menjadi wasit asing pertama yang memimpin derbi panas tersebut atas permintaan kedua klub).
Selain itu, di Piala Dunia 2026 ia bertugas dalam empat laga, termasuk laga babak 16 besar Meksiko vs Ekuador yang sempat viral usai ia mengganjar bek Arsenal, Piero Hincapie, dengan kartu merah berdasarkan aturan baru perihal menutupi mulut saat berbicara di lapangan.
Dengan menggantung peluit di usia 46 tahun, Slavko Vincic mengakhiri perjalanan panjang kariernya tepat di panggung tertinggi sepak bola dunia.



