Pemerintah memberikan kepastian hukum dan operasional terkait kelanjutan proyek 12 titik apartemen LRT City yang sempat terhenti (mangkrak). Proyek properti besutan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP)—anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk—tersebut dipastikan kembali berjalan seiring komitmen penyuntikan dana segar sebesar Rp456 miliar dari Danantara.
Kepastian penyehatan proyek ini dicapai usai digelarnya pertemuan strategis antara Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), manajemen Adhi Karya, perwakilan konsumen, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.
Wakil Kepala BP BUMN, Aminudin Maruf, mengonfirmasi bahwa penanganan akan mencakup seluruh kawasan yang terdampak secara menyeluruh.
“Kami memang memiliki rencana untuk menyelesaikan pembangunan di seluruh 12 lokasi,” ujar Aminudin di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Sebaran Titik Proyek dan Skala Prioritas
Sebanyak 12 titik apartemen berbasis Transit Oriented Development (TOD) tersebut berada dalam beragam tahapan—mulai dari struktur yang sudah berdiri, unit dalam proses konstruksi, hingga lahan yang belum tersentuh.
Proyek-proyek tersebut tersebar di kawasan strategis Jabodetabek, meliputi Tebet, Ciracas, Cibubur, Oase Park Ciputat, Green Avenue Bekasi, Grand Central Bogor, Cisauk, hingga Adhi City Sentul.
Untuk memastikan efektivitas kucuran modal dari Danantara, pemerintah akan melakukan tinjauan lapangan guna menentukan skala prioritas penyelesaian.
“Mulai minggu ini hingga pekan depan, saya berencana meninjau langsung ke lokasi-lokasi tersebut. Kami akan mengidentifikasi lokasi mana yang paling layak diselesaikan lebih awal dan yang angka keterjualannya (unit sales) paling tinggi. Namun prinsipnya, seluruh 12 lokasi tetap akan dibangun,” tegas Aminudin.
Sebagai bentuk transparansi tata kelola, BP BUMN menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama para pembeli apartemen pada 1 Oktober 2026 mendatang. Agenda ini difokuskan untuk menginventarisasi seluruh permasalahan teknis, legalitas, serta finansial yang dialami konsumen selama proyek mangkrak.
Seluruh data hasil inventarisasi tersebut akan menjadi dasar penetapan skema final penyelesaian proyek yang ditargetkan rampung pada pertengahan bulan depan.
“Kami menunggu hingga 1 Oktober untuk pengumpulan data konsumen, dan skema penyelesaian final akan kami tetapkan paling lambat pada 15 Oktober 2026,” tutupnya.