JAKARTA – Mantan pemain Arsenal Paul Merson mempertanyakan keputusan Liverpool mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain.
Barcola bergabung ke Anfield pada bursa transfer musim panas dengan nilai keseluruhan mencapai £123 juta atau sekitar Rp2,93 triliun.
Winger timnas Prancis itu sejauh ini sudah tiga kali tampil bersama Liverpool pada awal musim 2026/2027.
Merson menilai kemampuan Barcola belum sepenuhnya menjawab kebutuhan Liverpool di sektor serangan.
Menurutnya, kecepatan Barcola memang menjadi salah satu keunggulan utama pemain tersebut.
Namun, Liverpool dinilai membutuhkan pemain yang mampu menghadapi pertahanan rapat dengan kreativitas dan kecerdikan lebih tinggi.
Merson membandingkan karakter Barcola dengan Mohamed Salah yang pernah menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Salah dinilai memiliki kemampuan membaca ruang, mengecoh lawan, sekaligus menciptakan peluang dari situasi sulit.
Merson menyampaikan pandangannya ketika membahas performa Liverpool dan sejumlah pemain anyar mereka di Sky Sports seperti dilansir TEAMtalk, Selasa (15/9/2026).
“Saya juga menyukai Bradley Barcola, tetapi saya tidak yakin dia adalah pemain yang benar-benar dibutuhkan Liverpool.”
Ia menilai pemain seperti Barcola tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan ketika memperkuat Liverpool.
“Kalau Anda bertanya, seperti apa permainan Barcola? Dia cepat.”
Menurut Merson, Liverpool membutuhkan lebih banyak variasi dalam membongkar pertahanan lawan yang cenderung bermain pasif.
“Anda harus memiliki sesuatu yang lebih, dan saat ini saya belum yakin.”
Merson tetap membuka peluang Barcola menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah beradaptasi dengan sepak bola Inggris.
“Dia akan memiliki pertandingan bagusnya, jangan salah, tetapi saya pikir mereka membutuhkan seseorang dengan lebih banyak kecerdikan.”
Ia kemudian menjadikan Salah sebagai contoh pemain yang memiliki kualitas tersebut selama bertahun-tahun di Liverpool.
“Mohamed Salah, ketika dia tampil luar biasa, memiliki kecerdikan itu dan itulah yang membuatnya sangat sukses di klub.”
Merson menilai Liverpool tidak bisa mengandalkan kecepatan semata untuk membongkar pertahanan lawan.
“Anda tidak hanya membutuhkan kecepatan di Liverpool.”
Menurutnya, mayoritas lawan Liverpool justru memilih menumpuk pemain di belakang bola untuk mengurangi ruang.
“Tidak ada yang benar-benar menyerang Liverpool.”
“Semua tim menempatkan pemain di belakang bola.”
Situasi tersebut membuat Liverpool membutuhkan pemain yang mampu menemukan celah melalui kreativitas dan keputusan cepat.
“Tidak ada taktik lain, dan itu yang membuat saya khawatir.”
Merson Khawatir dengan Awal Musim Liverpool
Kekhawatiran Merson juga muncul setelah Liverpool gagal menang dalam pertandingan melawan Fulham di Anfield.
Liverpool hanya bermain imbang 0-0 melawan Fulham pada pekan keempat Premier League 2026/2027.
Hasil tersebut membuat Liverpool baru mengumpulkan enam poin dari empat pertandingan liga.
Liverpool memang belum terkalahkan, tetapi mereka sudah tiga kali kehilangan poin dalam empat pertandingan.
Merson menilai hasil imbang tersebut menjadi alarm karena Liverpool seharusnya mampu tampil lebih dominan di kandang.
“Saya mengkhawatirkan Liverpool saat ini karena hasil pada Sabtu itu buruk.”
“Itu hasil yang sangat buruk.”
Merson juga menilai tekanan terhadap Andoni Iraola jauh lebih besar setelah sang pelatih meninggalkan Bournemouth untuk menangani Liverpool.
Menurutnya, hasil imbang di kandang Fulham mungkin tidak menjadi persoalan besar ketika Iraola masih menangani Bournemouth.
Namun, standar berbeda berlaku ketika seorang pelatih memimpin klub sebesar Liverpool.
“Kalau Bournemouth bermain imbang 0-0 melawan Fulham di kandang, itu bukan masalah.”
“Liverpool bermain imbang melawan Fulham di kandang, itu menjadi berita utama.”
Merson menilai Iraola harus segera beradaptasi dengan ekspektasi besar yang melekat pada Liverpool.
“Dia juga harus terbiasa dengan hal tersebut.”
Merson meminta Iraola lebih berani membuka permainan agar Liverpool tidak kehilangan kreativitas dalam membangun serangan.
“Dia harus melepaskan belenggu, membuat permainan lebih terbuka.”
Kritik tersebut datang ketika Liverpool sedang berusaha menemukan keseimbangan di bawah era baru Iraola.
Iraola sendiri menyoroti kurangnya tekanan dari lini depan setelah hasil imbang melawan Fulham.
Pelatih asal Spanyol itu menilai Liverpool perlu merebut bola lebih tinggi agar transisi menyerang berjalan lebih cepat.
Liverpool kemudian dijadwalkan menghadapi Tottenham di Carabao Cup sebelum kembali menjalani laga Premier League melawan Bournemouth.
Merson juga melihat persaingan di papan atas mulai memperlihatkan jarak yang semakin lebar.
“Setiap akhir pekan yang berlalu, Manchester City dan Arsenal terlihat sangat jauh di depan yang lain.”
“Sungguh sulit dipercaya betapa besarnya kesenjangan tersebut.”
Liverpool kini menghadapi tantangan untuk segera meningkatkan efektivitas serangan setelah investasi besar pada bursa transfer musim panas.
Kritik Merson terutama mengarah pada kebutuhan Liverpool memiliki pemain yang mampu menciptakan solusi ketika lawan bertahan rapat.
Performa Barcola, Florian Wirtz, dan pemain baru lainnya akan menjadi perhatian ketika Liverpool berusaha memperbaiki awal musim mereka.***