JAKARTA – Tim Amerika Serikat kembali menunjukkan dominasinya setelah merebut medali emas Piala Dunia Basket Putri FIBA 2026.
Mereka mengunci gelar setelah menundukkan Prancis dengan skor telak 97-79 pada partai final.
Keberhasilan tersebut langsung mendapat respons dari bintang NBA, Kevin Durant, yang menyampaikan dukungannya melalui media sosial.
Durant menulis enam kata dalam unggahan Instagram Story setelah melihat Team USA memastikan gelar juara dunia.
“Inilah yang memang biasa kami lakukan,” tulis Durant seperti dilansir Fadeaway World, Selasa (15/9/2026).
Pernyataan singkat itu menggambarkan keyakinan Durant terhadap tradisi kemenangan basket Amerika Serikat di panggung internasional.
Skuad Team USA diperkuat sejumlah pemain berpengalaman dari WNBA serta talenta muda yang menjadi sorotan dalam beberapa musim terakhir.
Breanna Stewart menjadi pemain paling menonjol ketika Amerika Serikat menghadapi Prancis pada laga perebutan emas.
Stewart mencetak 22 poin, 10 rebound, dan empat assist dengan akurasi tembakan 7 dari 10 atau mencapai 70 persen.
Sepanjang turnamen, Stewart membukukan rata-rata 12,8 poin, 7,3 rebound, dan 2,8 assist per pertandingan.
Ia juga tampil efisien dengan persentase tembakan 56,8 persen sepanjang kompetisi tersebut.
Performa impresif itu mengantarkan Stewart meraih penghargaan MVP Piala Dunia FIBA untuk ketiga kalinya.
Sebelumnya, Stewart pernah menjadi MVP Piala Dunia FIBA 2018 serta MVP Piala Dunia FIBA U-19 pada 2013.
“Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk menang di level ini,” kata Stewart dalam konferensi pers.
“Saya percaya diri pada diri sendiri di momen-momen besar itu, karena saya selalu punya peluang untuk menang,” ujarnya.
Stewart turut memberikan apresiasi kepada Prancis yang dinilainya sebagai salah satu lawan tangguh Amerika Serikat.
“Penghargaan untuk Prancis, mereka adalah tim tangguh setiap kali kami bertemu,” kata Stewart.
“Tetapi kami adalah standar,” lanjutnya, menegaskan ambisi Team USA untuk terus mempertahankan dominasi.
Stewart menyebut statistik timnya sangat kuat dan menegaskan target Amerika Serikat selalu tertuju pada medali emas.
“Statistik kami luar biasa, dan kami ingin terus membangunnya agar seluruh dunia tahu bahwa tujuan kami selalu emas,” katanya.
Selain Stewart, Team USA membawa nama-nama besar seperti Jackie Young, Kahleah Copper, dan Chelsea Gray.
Tim tersebut juga memiliki talenta muda seperti Caitlin Clark, Paige Bueckers, dan Angel Reese dalam komposisinya.
Namun, kontribusi para pemain tersebut tidak sebesar Stewart dalam pertandingan final melawan Prancis.
Respons Durant sebenarnya tidak mengejutkan karena pemain Houston Rockets itu memiliki hubungan panjang dengan program basket Amerika Serikat.
Durant merupakan peraih empat medali emas Olimpiade bersama Team USA sepanjang karier internasionalnya.
Ia juga pernah membawa Amerika Serikat meraih emas Piala Dunia FIBA 2010 yang berlangsung di Turki.
Kecintaan Durant terhadap Team USA bahkan membuatnya berencana kembali memperkuat tim nasional pada Olimpiade 2028.
Saat itu, Durant diperkirakan berusia 39 tahun dan mendekati usia 40 tahun ketika ajang Olimpiade berlangsung.
“Ini hanya menyenangkan, kawan,” ujar Durant kepada The Athletic ketika membahas pengalamannya bersama Team USA.
“Ini adalah pengalaman luar biasa, karena Anda bisa bepergian ke seluruh dunia,” katanya.
Durant mengaku pengalaman membela negaranya telah membawanya mengunjungi berbagai kota yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Menurut Durant, perjalanan bersama Team USA turut mengubah pandangannya terhadap basket sekaligus kehidupan secara umum.
“Berada di tempat-tempat yang bukan hanya mengubah perspektif saya tentang permainan, tetapi juga tentang kehidupan secara keseluruhan,” ujarnya.
“Saya pernah berada di tempat yang tidak pernah terpikir akan saya datangi jika bukan karena olahraga ini,” kata Durant.
Ia menilai kesempatan bermain untuk negaranya sebagai salah satu pengalaman terbaik yang pernah didapat sepanjang kariernya.
“Pengalaman itu adalah salah satu yang terbaik, dan saya mendorong semua orang untuk bermain bagi negaranya,” ujar Durant.
Komitmen tersebut membuat Durant berpotensi tetap memiliki peran dalam program Team USA setelah kariernya sebagai pemain berakhir.
Ia bahkan disebut berpeluang mengambil posisi pengelola di USA Basketball pada masa mendatang.
Durant berpotensi menggantikan Grant Hill sebagai managing director USA Basketball jika peluang tersebut benar-benar terbuka.
Kemenangan tim putri Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 kembali mempertegas posisi Team USA sebagai kekuatan utama basket dunia.
Sementara itu, Durant masih membuka peluang untuk menambah koleksi emasnya bersama Amerika Serikat pada Olimpiade 2028.
Apabila rencana tersebut terwujud, pengaruh Durant terhadap Team USA dapat berlanjut bahkan setelah dirinya meninggalkan lapangan basket.***