JAKARTA – Real Madrid menghadapi persoalan baru dalam kebijakan kontrak setelah klub dikabarkan segera memperpanjang masa kerja Jude Bellingham.
Fabrizio Romano melaporkan Real Madrid sedang bernegosiasi dengan Bellingham untuk kontrak baru yang akan mengikatnya hingga 2032.
Bellingham dinilai sebagai salah satu pemain terbaik dunia sekaligus figur penting dalam proyek jangka panjang Real Madrid.
Performa konsisten gelandang Inggris itu membuatnya menjadi salah satu fondasi utama skuad asuhan Real Madrid.
Bellingham juga mampu memberi pengaruh besar meski tidak selalu mencetak gol atau menyumbangkan assist dalam pertandingan.
Masalahnya, perpanjangan kontrak Bellingham diperkirakan membuat Real Madrid harus memberikan bayaran yang mendekati gaji Vinicius Junior.
Mengutip laporan The Real Champs, Selasa (15/9/2026), situasi tersebut berkaitan dengan keputusan klub ketika memperpanjang kontrak Vinicius setelah negosiasi berlangsung cukup lama.
Real Madrid akhirnya menyetujui tuntutan Vinicius dan memberikan paket kontrak bernilai tinggi kepada penyerang asal Brasil tersebut.
Keputusan itu kini berpotensi memengaruhi struktur gaji pemain lain di Santiago Bernabeu pada masa mendatang.
Bellingham disebut akan memperoleh bayaran yang sangat mirip dengan yang diterima Vinicius dalam kontrak barunya.
Persoalannya bukan mengenai layak atau tidaknya Bellingham menerima gaji tersebut, melainkan dampaknya terhadap hierarki finansial skuad.
Jika dua pemain utama memperoleh bayaran tinggi, pemain lain dapat menggunakan kontrak tersebut sebagai acuan saat melakukan negosiasi.
Nama seperti Federico Valverde dan Rodrygo berpotensi memiliki posisi tawar lebih kuat ketika waktunya memperbarui kontrak tiba.
Mereka memang belum tentu menuntut gaji sebesar Vinicius atau Bellingham, tetapi bisa meminta nilai lebih tinggi dari perkiraan awal klub.
Kondisi tersebut dapat membuat Real Madrid menghadapi tekanan lebih besar dalam menjaga keseimbangan struktur gaji pemain.
Keputusan memperpanjang kontrak Vinicius akhirnya bukan hanya berdampak pada keuangan klub, tetapi juga bisa menjadi preseden dalam negosiasi berikutnya.
Presiden Real Madrid Florentino Perez perlu mempertimbangkan efek berantai kebijakan tersebut terhadap kontrak para pemain penting lainnya.
Risiko terbesar muncul apabila performa Vinicius dalam beberapa musim mendatang tidak sesuai dengan ekspektasi klub.
Dalam situasi itu, Real Madrid bukan hanya berpotensi menanggung beban finansial, tetapi juga menghadapi persoalan terkait hierarki gaji.
Sebaliknya, jika Vinicius dan Bellingham terus tampil konsisten, investasi besar tersebut dapat dianggap sepadan dengan kontribusi mereka.
Real Madrid kini harus memastikan kebijakan kontrak tidak mengganggu keseimbangan ruang ganti sekaligus mempertahankan dua bintang utamanya.***