Pencarian mencekam terhadap helikopter Airbus H130 PK-CFX akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjam-jam menyisir rimbunnya hutan Kabupaten Sekadau, tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan yang diduga kuat merupakan bagian ekor dari burung besi milik PT Matthew Air tersebut.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengungkapkan bahwa titik terang ini terpantau melalui pantauan udara oleh awak helikopter Super Puma TNI AU pada sore hari, sekitar pukul 15.25 WIB.
Lokasi Penemuan: 3 KM ke Arah Barat
Puing yang diduga bagian ekor helikopter tersebut ditemukan pada jarak sekitar tiga kilometer ke arah barat dari koordinat terakhir saat pesawat dilaporkan hilang kontak.
“Hasil pemantauan udara pada pukul 15.25 WIB ditemukan serpihan yang diduga ekor helikopter PK-CFX. Posisi ini sudah kami teruskan ke unsur darat untuk mempercepat proses evakuasi,” ujar Edy sebagaimana dilansir Antara, Kamis (16/4/2026).
Menanti Nasib 8 Penumpang
Fokus utama kini beralih pada upaya penyelamatan delapan orang yang berada di dalam helikopter jenis H-130T2 tersebut. Manifes penerbangan mencatat identitas kru dan penumpang sebagai berikut:
-
Kru: Kapten Marindra W (Pilot) dan Harun Arasyid (Co-pilot).
-
Penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Penerbangan maut ini dimulai dari helipad PT CMA di Kabupaten Melawi pada pukul 07.34 WIB. Seharusnya, perjalanan menuju Kubu Raya ini berlangsung singkat. Namun, pada pukul 08.39 WIB, helikopter tersebut secara tiba-tiba lenyap dari radar. Sinyal darurat terakhir yang sempat terdeteksi menunjuk ke wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Operasi Gabungan Menembus Medan Berat
Saat ini, personel Kopasgat TNI AU dan tim Rescue Kantor SAR Pontianak sedang berjuang menembus rapatnya vegetasi hutan Sekadau untuk mencapai titik koordinat yang telah dipetakan. Tantangan utama tim darat adalah medan yang terjal dan akses komunikasi yang terbatas.
“Mohon doanya semoga proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat. Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini seoptimal mungkin,” pungkas Edy.
Seluruh potensi SAR kini dikerahkan ke titik tersebut dengan harapan dapat menemukan penyintas dari kecelakaan udara ini.