Bagi banyak traveler, menempelkan label nama, alamat, hingga nomor telepon di koper adalah prosedur standar agar barang bawaan tidak tertukar atau hilang di bandara. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini ibarat menyebarkan brosur data pribadi secara gratis kepada orang asing?
Melansir dari Mirror, seorang pengguna TikTok bernama Sammy memperingatkan bahwa label identitas yang terbuka lebar di gagang koper bisa menjadi bumerang. Alih-alih mengamankan koper, Anda justru bisa “ditandai” oleh orang yang berniat jahat.
Celah Bagi Stalker dan Pencuri Identitas
Masalah utamanya sederhana namun fatal: privasi. Saat koper Anda berjalan di atas conveyor belt atau mengantre di bagasi, siapa pun bisa melihat informasi Anda.
“Cara ini tidak aman karena banyak alasan. Anda menulis nama lengkap, nomor telepon, bahkan alamat rumah di sana. Siapa pun bisa memotretnya, melakukan stalking secara online, dan mendapatkan profil lengkap tentang Anda,” tegas Sammy dalam videonya.
Lantas, bagaimana cara menandai koper agar tetap aman jika hilang? Sammy menyarankan penggunaan label identitas yang memiliki penutup fisik. Gunakan tempat kartu yang dilengkapi kancing klik (popper) atau velcro. Dengan cara ini, informasi Anda hanya bisa dibaca jika seseorang sengaja membukanya, sehingga tidak terekspos secara publik.
Alternatif dari Para Traveler Dunia
Di kolom komentar, netizen juga membagikan berbagai trik kreatif untuk melindungi data saat bepergian:
-
Metode Lipat: Tuliskan nomor penerbangan di bagian depan kertas, lalu sembunyikan detail kontak di lipatan bagian dalam dengan instruksi “Buka untuk Detail Kontak”.
-
Email Khusus: Cantumkan alamat email cadangan (spam email) daripada nomor telepon utama. Namun, pastikan nama di email tersebut tetap mencerminkan identitas Anda agar proses verifikasi kepemilikan koper dengan petugas bandara tidak menjadi sulit.
-
Hanya Nama dan Nomor Telepon: Hindari menuliskan alamat rumah lengkap. Cukup cantumkan nama dan nomor telepon aktif agar petugas bisa menghubungi Anda tanpa tahu di mana letak rumah Anda yang mungkin sedang kosong ditinggal berlibur.
Dilema Nama Samaran
Beberapa orang menyarankan penggunaan nama palsu, namun cara ini sangat tidak direkomendasikan. Jika koper benar-benar hilang, Anda akan kesulitan melakukan klaim kepemilikan karena data di label koper tidak sinkron dengan kartu identitas atau paspor Anda.
Berhati-hatilah saat menandai barang bawaan. Pastikan identitas Anda hanya tersedia bagi mereka yang benar-benar berniat membantu, bukan bagi pengintai yang sedang mencari celah.