JAKARTA – Kebakaran melanda Gedung D Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026) siang. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 75 personel diterjunkan untuk menjinakkan api.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan menegaskan gedung yang terbakar bukan merupakan gedung Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), meski berada dalam satu kompleks perkantoran.
“Saya perlu tegaskan betul bahwa kebakaran itu di Gedung D Ditjen Bina Pemerintahan Desa, bukan di gedungnya Dukcapil. Memang Dukcapil dengan Pemdes ini satu komplek, tapi ini gedungnya jauh,” ujar Benny kepada wartawan.
Menurut Benny, titik awal api diduga berasal dari area samping klinik yang berada di lingkungan kompleks Ditjen Bina Pemerintahan Desa. Di lokasi tersebut terdapat sejumlah barang bekas pakai yang kemudian memicu kobaran api membesar.
“Mulai kelihatan api dari situ, kemudian api makin lama makin besar dan mengakibatkan kebakaran lantai satu koperasi dan klinik,” katanya.
Api kemudian merambat ke lantai dua yang digunakan sebagai ruang kerja Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa. Meski api sempat membesar, Benny memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menguasai situasi. Sekitar pukul 15.00 WIB, api dinyatakan padam dan proses pendinginan langsung dilakukan guna mencegah munculnya titik api baru.
“Sampai pukul 15.00 WIB, api sudah bisa dikatakan padam, sudah proses pendinginan. Dan termasuk di sekitar lingkungan di Gedung D,” jelas Benny.
Ia menambahkan, kebakaran juga berdampak pada satu rumah warga yang berada di belakang gedung tersebut. Bagian yang terkena dampak antara lain garasi, kamar mandi, serta toren air milik warga.
“Di sekitar gedung D itu yang paling belakang ada rumah penduduk yang agak terdampak, garasi dan kamar mandi, serta toren air yang terdampak,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Sementara itu, nilai kerugian materiil juga belum dapat dipastikan karena pihak Kemendagri masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan maupun fasilitas yang terdampak.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) berseragam cokelat terlihat berada di luar gedung sambil menyelamatkan diri serta mengevakuasi barang-barang penting dari dalam kantor.
Petugas pemadam bersama aparat terkait masih berjaga di lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman pascakebakaran.