JAKARTA — Erupsi gunung berapi dapat menimbulkan berbagai ancaman bagi keselamatan, mulai dari lava, abu vulkanik hingga awan panas. Di tengah kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar sembari tetap melakukan langkah penyelamatan sesuai arahan pihak berwenang.
Tidak terdapat lafal doa yang secara khusus ditetapkan Rasulullah SAW untuk dibaca ketika gunung berapi meletus. Namun, sejumlah doa yang berkaitan dengan perlindungan, keselamatan, kesehatan, serta menghadapi musibah dapat diamalkan ketika terjadi bencana alam.
Panduan doa tersebut dirangkum dari buku *Doa Menghadapi Musibah* karya Arif Munandar Riswanto. Berikut sejumlah bacaan yang dapat diamalkan saat menghadapi erupsi gunung berapi.
1. Doa Memohon Perlindungan dari Bencana
Salah satu doa yang dapat dibaca untuk memohon perlindungan dari berbagai bahaya yang terjadi di bumi maupun di langit diriwayatkan dari Utsman bin Affan RA.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Doa tersebut berisi permohonan agar seseorang mendapatkan perlindungan dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan bahaya atau mudarat.
2. Doa Memohon Perlindungan Diri
Saat menghadapi situasi darurat, umat Muslim juga dapat membaca doa perlindungan yang diriwayatkan dalam HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ
Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.”
Doa ini memuat permohonan perlindungan agar seseorang terhindar dari kesesatan, kesalahan, tindakan zalim, maupun perlakuan buruk dari orang lain.
3. Doa Saat Menyaksikan Bencana
Ketika melihat musibah atau dampak kerusakan akibat erupsi, umat Islam juga dapat memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Allah SWT.
Doa tersebut sebagaimana diriwayatkan HR Imam At-Tirmidzi berbunyi:
الـحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّـا ابْتَلاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً
Alhamdulillahilladzi ‘afani mimmabtalaka bihi wa faddhalani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari bencana yang menimpa ini, dan mengutamakan kami melebihi orang-orang dengan kelebihan yang nyata.”
4. Doa Memohon Kesehatan dan Keselamatan
Erupsi juga dapat membawa abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kondisi fisik. Dalam menghadapi keadaan tersebut, umat Islam dapat memohon kesehatan dan keselamatan tubuh melalui doa berikut:
اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma ‘afini fi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashari, laa ilaha illa anta.
Artinya: “Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.”
Bacaan tersebut berisi permohonan agar Allah SWT memberikan kesehatan pada tubuh, pendengaran, dan penglihatan.
5. Doa Memohon Perlindungan dari Takdir Buruk
Selain doa keselamatan, terdapat pula bacaan yang berisi permohonan agar seseorang dilindungi dari beratnya cobaan, kesengsaraan, serta keburukan takdir. Doa ini diriwayatkan dalam HR Bukhari dan Muslim.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha (takdir), dan kegembiraan para musuh.”
Doa tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual ketika masyarakat menghadapi situasi bencana dan berbagai risiko yang menyertainya.
Meski doa dan zikir dapat dilakukan sebagai ikhtiar spiritual, keselamatan saat erupsi tetap perlu diutamakan melalui tindakan nyata. Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana gunung berapi diimbau mengikuti proses evakuasi serta mematuhi arahan dari pihak berwenang untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan.