JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) dalam reshuffle kabinet yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat struktur koordinasi sektor pangan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Pelantikan tersebut dilakukan bersamaan dengan sejumlah pejabat negara lainnya yang masuk dalam perubahan kabinet. Pengangkatan Hanif tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang dibacakan langsung dalam prosesi resmi di hadapan Presiden, Wakil Presiden, serta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.
Dengan jabatan barunya, Hanif Faisol akan mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan dalam merumuskan dan mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian. Fokus utama dari posisi ini adalah memperkuat ketahanan pangan nasional, mulai dari produksi, distribusi, stabilisasi harga, hingga pengelolaan cadangan pangan nasional.
Pemerintah menilai sektor pangan saat ini membutuhkan penguatan koordinasi yang lebih terintegrasi. Hal ini berkaitan dengan dinamika global seperti perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, hingga fluktuasi harga komoditas pangan yang berdampak langsung pada kondisi dalam negeri.
Sebelum dipercaya menduduki posisi tersebut, Hanif Faisol Nurofiq menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Ia dikenal memiliki latar belakang panjang di bidang kehutanan dan lingkungan hidup, serta pernah menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan pemerintahan. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung kebijakan pangan yang berkelanjutan, mengingat sektor pangan sangat erat kaitannya dengan pengelolaan sumber daya alam.
Dalam struktur baru ini, posisi Wamenko Pangan diharapkan mampu memperkuat sinergi antarinstansi, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta lembaga terkait lainnya. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, penguatan sektor pangan juga diarahkan pada upaya peningkatan kemandirian pangan nasional. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada impor dengan mendorong produktivitas petani, modernisasi sistem pertanian, serta pengembangan teknologi pangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Meski belum merinci program prioritas yang akan langsung dijalankan oleh Wamenko Pangan yang baru, pemerintah menyebutkan bahwa langkah awal akan difokuskan pada konsolidasi internal dan evaluasi kebijakan pangan yang sudah berjalan. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan memiliki dampak nyata terhadap stabilitas pasokan dan harga pangan di pasar.
Pengamat menilai penambahan posisi Wamenko Pangan merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah menempatkan isu pangan sebagai agenda strategis nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ketahanan pangan dianggap sebagai salah satu pilar utama stabilitas negara.
Dengan pelantikan ini, Hanif Faisol diharapkan mampu mempercepat koordinasi kebijakan lintas sektor dan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. (ACH)