JAKARTA – Megabintang LeBron James kembali menjadi sorotan setelah mengungkap rencana pensiunnya yang menempatkan keluarga sebagai prioritas utama di tengah performa impresif bersama Los Angeles Lakers.
Di usia 41 tahun, LeBron masih tampil dominan dan menunjukkan level permainan elite yang membuatnya tetap menjadi pemain paling berpengaruh di lapangan.
Meski banyak penggemar NBA berharap ia terus bermain lebih lama, LeBron justru mulai membuka gambaran masa depan yang perlahan menjauh dari dunia kompetitif.
Performa fisiknya yang tetap prima serta kontribusi signifikan bagi Lakers memperkuat alasan bahwa ia sebenarnya belum memiliki urgensi untuk pensiun dalam waktu dekat.
Apalagi dengan potensi skuad Lakers yang semakin kompetitif, terutama saat pemain seperti Luka Doncic dan Austin Reaves kembali memperkuat tim, peluang juara masih terbuka lebar.
Namun bagi LeBron, keputusan pensiun bukan lagi soal pencapaian di lapangan, melainkan soal kehidupan di luar basket yang selama ini ia korbankan.
Dalam wawancara bersama jurnalis ESPN, ia secara jujur mengungkapkan bahwa waktu untuk keluarga menjadi alasan utama di balik rencana tersebut.
“Keluarga saya pantas mendapatkan seluruh waktu saya, karena selama ini saya terlalu banyak mengorbankan momen bersama mereka demi menjadi yang terbaik dalam sejarah basket,” ujar LeBron dikutip dari Sports Illustrated, Kamis.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya ingin menebus waktu yang hilang bersama sang istri, Savannah, serta anak-anaknya yang tumbuh di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional.
“Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan istri dan anak-anak saya, terutama putri saya yang sebagian besar masa kecilnya saya lewatkan karena karier ini,” lanjutnya.
LeBron menegaskan bahwa setelah pensiun nanti, ia juga ingin memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk menikmati hidup tanpa tekanan kompetisi.
“Saya sudah mendedikasikan hidup saya untuk olahraga ini begitu lama, jadi saat semuanya selesai, saya ingin benar-benar menikmati hidup dan memberi diri saya waktu,” katanya.
Keputusan ini dinilai sangat manusiawi mengingat perjalanan panjang LeBron di NBA yang penuh tekanan dan tuntutan performa tinggi selama lebih dari dua dekade.
Dukungan penuh dari keluarga, termasuk kehadiran putranya Bronny sebagai rekan setim di Lakers, menjadi faktor penting yang memperkuat ikatan emosionalnya dengan dunia basket.
Meski nantinya pensiun, LeBron diyakini tidak akan sepenuhnya meninggalkan olahraga ini karena potensi karier anak-anaknya yang juga mengarah ke dunia profesional.
Dengan demikian, masa depan LeBron tampaknya akan tetap bersinggungan dengan basket, namun dalam peran yang lebih personal dan santai.***