JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan menarik pasukan dari Italia dan Spanyol, sehari setelah menyatakan sedang mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan di wilayah Jerman.
Ancaman itu muncul di tengah kritik keras Trump terhadap sekutu NATO yang disebut enggan membantu operasi membuka Selat Hormuz.
Ketika ditanya apakah akan menarik pasukan dari Italia dan Spanyol, Trump menjawab: “Mungkin… begini, mengapa tidak? Italia sama sekali tidak membantu kita dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk.”
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menolak tuduhan tersebut. “Seperti yang sudah jelas bagi semua orang, ini tidak pernah terjadi,” ujarnya kepada Ansa, dilansir The Guardian, Jumat (1/5/2026), menegaskan Italia siap menjalankan misi perlindungan pelayaran.
Spanyol hingga kini belum memberikan tanggapan resmi. Perdana Menteri Pedro Sánchez sebelumnya menolak penggunaan pangkalan militer bersama untuk serangan terhadap Iran, serta menyebut perang yang dipimpin Trump sebagai “kegagalan kekerasan brutal.”
Sekitar 13.000 personel militer AS ditempatkan di tujuh pangkalan angkatan laut di Italia, termasuk Sigonella di Sisilia yang menjadi sorotan karena aktivitas meningkat sejak konflik Iran. Di Spanyol, kehadiran militer AS berpusat di pangkalan Rota dan Morón, Andalusia, yang menjadi pos strategis bagi operasi di Eropa dan Afrika.
Trump juga sempat mengancam embargo perdagangan penuh terhadap Spanyol bulan lalu. Ketegangan ini menambah keretakan hubungan AS dengan sekutu Eropa, meski undang-undang AS sejak 2024 melarang presiden keluar dari NATO tanpa persetujuan mayoritas dua pertiga Senat atau undang-undang Kongres.