JAKARTA – Amnesty Uni Eropa mengkritik Kementerian Luar Negeri Israel karena menyebarkan video yang telah diedit secara selektif terkait pernyataan Uni Eropa mengenai flotilla kemanusiaan ke Gaza.
Organisasi HAM itu menilai penghilangan konteks penting dalam video tersebut menyesatkan publik terkait risiko keselamatan para aktivis.
Dalam pernyataan di platform X, yang dilansir Anadolu, Jumat (1/5/2026), Amnesty menyebut versi lengkap pernyataan Uni Eropa sebenarnya menekankan bahwa flotilla berisiko bagi keselamatan peserta, merujuk pada tindakan Israel sebelumnya berupa pencegatan ilegal, penahanan sewenang-wenang, dan perlakuan buruk terhadap aktivis.
Sebelumnya, juru bicara Komisi Eropa Anita Hrncirova menjawab pertanyaan Anadolu mengenai Global Sumud Flotilla. Ia mengatakan Uni Eropa tidak menganjurkan metode tersebut karena berisiko, meski tetap mengakui tujuan kemanusiaan dari inisiatif itu. Namun, Kementerian Luar Negeri Israel kemudian membagikan cuplikan pendek dari pernyataan tersebut dan menafsirkannya sebagai bukti bahwa Uni Eropa tidak mendukung flotilla.
Kapal-kapal Freedom Flotilla sendiri tiba di pelabuhan Syracuse, Sisilia, Italia, Kamis malam, setelah berangkat dari Barcelona pada 12 April menuju Gaza. Misi ini merupakan upaya kedua setelah percobaan sebelumnya pada September 2025 berujung serangan Israel di perairan internasional dan penahanan ratusan aktivis.
Inisiatif terbaru melibatkan organisasi masyarakat sipil, aktivis, dan relawan dari berbagai negara untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza. Israel telah memberlakukan blokade terhadap wilayah tersebut sejak 2007, yang menyebabkan sekitar 1,5 juta warga kehilangan tempat tinggal dari total populasi 2,4 juta akibat perang.