Suasana syahdu malam di Kota Bandung mendadak berubah menjadi mencekam. Kawasan Simpang Tamansari berubah menjadi zona merah setelah aksi massa pada Jumat (1/5/2026) malam berujung anarkis dengan pembakaran satu unit pos polisi dan blokade jalan.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 18.45 WIB menggambarkan situasi yang sangat tegang. Kobaran api tidak hanya melahap pos polisi, tetapi juga menyala di tengah aspal, menciptakan kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi ke langit malam. Dentuman petasan yang dinyalakan massa berkali-kali memecah keheningan, menambah kesan kacau di titik kejadian.
Akibat insiden ini, urat nadi lalu lintas di kawasan Tamansari tersumbat total. Para pengendara yang terlanjur melintas terpaksa menginjak rem dalam-dalam, terjebak di antara kerumunan dan asap. Tak sedikit warga yang diliputi rasa waswas memilih untuk memutar balik kendaraan mereka demi menghindari titik api dan potensi gesekan yang lebih besar.
Polisi Amankan Lokasi Pasca-Kericuhan
Ketegangan baru mulai mereda menjelang larut malam. Sekitar pukul 21.00 WIB, massa dilaporkan mulai membubarkan diri. Aparat kepolisian pun langsung bergerak cepat mengamankan area yang hangus terbakar serta melakukan penjagaan ketat di sekitar simpang jalan.
Sebagian personel kepolisian dikerahkan untuk mengurai kemacetan panjang yang sempat mengular. Meski situasi perlahan kembali kondusif dan arus kendaraan mulai mengalir, sisa-sisa pembakaran masih terlihat jelas di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai pemicu utama aksi pembakaran tersebut maupun estimasi jumlah massa yang terlibat dalam kericuhan di malam peringatan Hari Buruh tersebut.