Era kemunculan mendadak para legenda di lintasan balap akan segera berakhir. MotoGP secara resmi mengumumkan bahwa mulai musim 2027, jatah wildcard untuk semua pabrikan akan dihapus sepenuhnya. Keputusan ini menandai berakhirnya kesempatan bagi para pembalap penguji—yang mayoritas adalah mantan bintang MotoGP—untuk ikut memanaskan persaingan di akhir pekan balapan.
Langkah ini menjadi kejutan besar bagi penggemar yang kerap menantikan aksi “tamu istimewa” seperti Dani Pedrosa (KTM) atau Aleix Espargaro (Honda). Mulai 2027, satu-satunya cara bagi seorang pembalap penguji untuk kembali ke garis start adalah jika mereka ditunjuk untuk menggantikan pembalap utama yang sedang dibekap cedera.
Pukulan Telak bagi Pembalap Penguji
Keputusan ini secara signifikan memutus jalur bagi para pembalap yang memilih peran test rider dengan harapan bisa menggunakan jatah wildcard sebagai batu loncatan untuk kembali berkompetisi penuh di MotoGP.
Padahal, saat ini barisan pembalap penguji diisi oleh nama-nama besar yang masih sangat kompetitif, seperti:
-
Dani Pedrosa & Pol Espargaro (KTM)
-
Aleix Espargaro & Takaaki Nakagami (Honda)
-
Andrea Dovizioso & Augusto Fernandez (Yamaha)
-
Michele Pirro (Ducati)
Hingga saat ini, Ducati adalah satu-satunya pabrikan yang dilarang menggunakan wildcard karena status konsesi ‘A’ mereka. Namun, dengan aturan baru ini, status konsesi apa pun tidak akan lagi memberikan hak istimewa wildcard bagi pabrikan mana pun.
Uji Coba Teknologi Terhambat?
Penghapusan wildcard bukan hanya soal tontonan, tapi juga soal pengembangan teknis. Tahun lalu, Augusto Fernandez menggunakan jatah wildcard untuk melakukan debut mesin Yamaha V4 terbaru di Misano. Ke depannya, eksperimen mesin di tengah balapan nyata seperti ini tidak akan bisa lagi dilakukan.
Selain penghapusan wildcard, Komisi Grand Prix juga mengeluarkan beberapa aturan krusial lainnya:
-
Larangan Mesin 850cc: Pembalap wildcard yang tersisa di musim 2026 dilarang keras menggunakan mesin spesifikasi 850cc (untuk tahun 2027), demi menjaga keadilan kompetisi.
-
Sistem Sensor Ban Tetap Ada: Meski berganti ke era Pirelli tahun depan, sistem pemantauan tekanan ban real-time tetap akan diberlakukan untuk menentukan legalitas performa selama balapan.
-
Perubahan Prosedur Start: Jika terjadi penundaan start (Start Delayed), hitung mundur menuju Warm Up Lap akan dimulai dari papan 5 menit (sebelumnya 3 menit).
Berbeda dengan kelas utama, jatah wildcard masih akan tetap diperbolehkan untuk kelas Moto2 dan Moto3. Selain itu, para pembalap di kelas junior ini kini diizinkan menggunakan sensor pemantau detak jantung (heartrate monitor) untuk membantu analisis fisik mereka saat memacu motor.