JAKARTA – Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Jumat (1/5/2026) menyatakan penolakan keras terhadap langkah-langkah restriktif Amerika Serikat pada sektor pengujian, sertifikasi, dan telekomunikasi.
Beijing menilai kebijakan Washington merusak stabilitas hubungan perdagangan kedua negara.
“Langkah-langkah pembatasan ini membahayakan stabilitas yang telah susah payah diraih dalam hubungan perdagangan dan ekonomi Tiongkok-AS… Tiongkok menyatakan keprihatinan mendalam atas masalah ini dan sangat menentang tindakan tersebut,” bunyi pernyataan resmi, dilansir Sputnik.
Pada April lalu, Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS mengusulkan pencabutan akreditasi bagi badan pengujian dan sertifikasi dari negara yang belum menandatangani perjanjian khusus dengan AS. FCC juga berencana melarang entitas dalam daftar terbatas melakukan kegiatan telekomunikasi di wilayahnya.
Kementerian menilai FCC telah meninggalkan prinsip netralitas teknologi dan “secara tidak beralasan memperluas interpretasi konsep keamanan nasional.” Jika diterapkan, kebijakan ini disebut berpotensi mengganggu perdagangan internasional, tatanan ekonomi global, serta rantai pasokan di sektor telekomunikasi dan elektronik.
“Tiongkok akan dengan tegas mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China,” tegas pernyataan tersebut.