Jenderal lapangan tengah sekaligus kapten Persib Bandung, Marc Klok, akhirnya memecah kesunyian. Melalui pernyataan resmi di media sosialnya pada Sabtu (2/5/2026), Klok dengan tegas menepis tuduhan rasisme yang dilayangkan Bhayangkara FC terhadap dirinya usai laga panas di Lampung, Kamis lalu.
Bagi Klok, tuduhan ini bukan sekadar masalah lapangan hijau, melainkan serangan terhadap prinsip hidup yang ia pegang teguh selama berkarier di dunia sepak bola profesional.
“Bukan Kata ‘Black’, Tapi ‘Ball’!”
Klok membeberkan kronologi sebenarnya yang memicu kesalahpahaman tersebut. Insiden bermula saat Persib mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Dalam upaya mengejar waktu, Klok meminta bola yang ditahan oleh pemain Bhayangkara, Henri Doumbia.
“Saya mengatakan dengan jelas kepadanya: ‘Give me the ball back’ (kembalikan bolanya),” tegas Klok. Ia menjelaskan bahwa Doumbia sempat salah dengar dan mengira Klok mengucapkan kata rasis yang merujuk pada warna kulit.
Namun, Klok memastikan masalah itu sebenarnya sudah selesai di lapangan. “Doumbia sudah meminta maaf karena salah paham. Dia dan pelatih mereka mengakui kekeliruan itu karena kami memang punya hubungan baik,” tambahnya.
Kecam Sikap Sumardji yang “Melampaui Batas”
Meski pemain yang bersangkutan sudah saling paham, Klok menyayangkan sikap Manajer Bhayangkara FC, Sumardji. Klok menuding Sumardji terus memperkeruh suasana dengan melontarkan tuduhan rasisme di lorong stadion hingga ruang ganti, padahal sang manajer tidak berada di dekat lokasi insiden saat kejadian berlangsung.
“Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi adalah hal yang merugikan nama baik saya. Saya merasa terluka. Perilaku ini telah melampaui batas sportivitas dan esensi sepak bola,” tulis Klok dengan nada kecewa.
Tuntut Permintaan Maaf Resmi
Sebagai pemain yang telah melanglang buana dan berbagi ruang ganti dengan berbagai latar belakang budaya, Klok menegaskan bahwa rasisme tidak memiliki tempat dalam hidupnya. Ia kini menuntut permintaan maaf resmi dari kubu Bhayangkara FC atas kegaduhan yang menurutnya telah mencoreng reputasinya.
“Orang-orang yang mengenal saya, pelatih, dan rekan setim tahu siapa saya. Saya selalu memimpin dengan memberi teladan,” pungkas pemain naturalisasi tersebut.
Kini, bola panas ada di tangan Komisi Disiplin PSSI untuk menelaah laporan resmi Bhayangkara FC dan pembelaan terbuka dari sang kapten Maung Bandung.