Setelah sempat lumpuh total sejak sore tadi, perjalanan KRL Commuter Line rute Green Line (Tanah Abang-Rangkasbitung) akhirnya menunjukkan tanda-tanda normalisasi. Perbaikan pada jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) yang sempat tersambar petir telah dinyatakan selesai sepenuhnya pada Senin (4/5/2026) malam.
KAI Commuter melalui akun resminya memastikan bahwa aliran listrik di kedua jalur, baik arah Tanah Abang maupun Rangkasbitung, kini sudah kembali menyala.
Banjir Berangsur Surut
Tak hanya masalah kelistrikan, kendala genangan air yang sempat merendam rel di antara Stasiun Kebayoran dan Pondok Ranji juga dilaporkan mulai surut. Sebelumnya, rel di kawasan tersebut sempat tidak bisa dilalui akibat tingginya debit air pasca-hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta.
“Penanganan gangguan operasional LAA di antara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji telah selesai. Genangan air yang menutupi rel pun mulai surut,” tulis keterangan resmi KAI Commuter melalui akun Instagram-nya.
Meski jalur sudah bisa dilalui, para penumpang diimbau untuk tetap bersabar. Saat ini, perjalanan KRL masih dalam proses penguraian antrean akibat penumpukan kereta yang terjadi selama gangguan berlangsung.
“Saat ini proses normalisasi perjalanan sedang dilakukan, namun masih dalam tahap penguraian antrean perjalanan,” tambah pihak KAI.
Sebelumnya, operasional KRL sempat mengalami kekacauan hebat. Sejumlah rangkaian seperti KA 1757D hanya bisa melayani rute hingga Stasiun Serpong sebelum diputar balik kembali ke Rangkasbitung. Hal ini sempat memicu penumpukan penumpang di stasiun-stasiun besar seperti Tanah Abang dan Kebayoran.
KAI Commuter kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pejuang komuter sepanjang Senin malam ini. Masyarakat yang masih berada di stasiun diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas demi keselamatan bersama.
“Kami mengimbau pengguna untuk terus mengikuti arahan petugas di lapangan. Tetap utamakan keselamatan dalam perjalanan,” tutup pernyataan tersebut.