JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengevaluasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, setelah muncul sejumlah masukan dari warga dan pengelola tempat ibadah di sekitar lokasi. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan perdana CFD di kawasan tersebut pada Minggu (10/5/2026).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pelaksanaan CFD di Rasuna Said sejauh ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kawasan yang biasanya dipadati kendaraan bermotor berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi warga untuk berolahraga, berjalan santai, hingga mengikuti kegiatan komunitas.
Meski demikian, Pemprov DKI juga menerima berbagai masukan terkait dampak CFD terhadap aktivitas ibadah Minggu pagi di sejumlah rumah ibadah sekitar Jalan Rasuna Said. Beberapa pengelola tempat ibadah menyampaikan kekhawatiran terkait akses kendaraan jemaat yang dinilai menjadi lebih terbatas ketika CFD berlangsung hingga siang hari.
Pramono menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kegiatan publik justru mengganggu aktivitas masyarakat lainnya, termasuk kegiatan keagamaan. Karena itu, Pemprov DKI mempertimbangkan penyesuaian jam operasional CFD agar kegiatan olahraga warga tetap berjalan tanpa menghambat akses menuju tempat ibadah.
Menurut Pramono, pelaksanaan CFD di Rasuna Said akan tetap dimulai pada pukul 05.30 WIB. Namun, jam berakhirnya kemungkinan akan dibuat lebih cepat dibanding skema sebelumnya. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan waktu ibadah yang umumnya dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di sejumlah lokasi sekitar kawasan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa konsep CFD di Rasuna Said nantinya akan memiliki skema berbeda dengan CFD di kawasan Sudirman-Thamrin yang selama ini menjadi pusat kegiatan hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta. Pemerintah masih mengkaji durasi ideal pelaksanaan CFD agar tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan perdana CFD di Rasuna Said sendiri dinilai cukup sukses karena mampu menarik perhatian masyarakat. Banyak warga memanfaatkan jalur tersebut untuk jogging, bersepeda, hingga senam bersama. Beberapa komunitas olahraga juga terlihat memanfaatkan area tersebut sebagai lokasi aktivitas mingguan mereka.
Antusiasme warga disebut menjadi salah satu alasan Pemprov DKI berencana melanjutkan program CFD di kawasan itu secara rutin mulai Juni 2026. Pemerintah menilai kawasan Rasuna Said memiliki potensi menjadi salah satu ruang publik alternatif di Jakarta Selatan, selain kawasan Sudirman–Thamrin yang selama ini selalu dipadati pengunjung setiap akhir pekan.
Namun, evaluasi tetap dilakukan agar pelaksanaan CFD tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Selain akses tempat ibadah, sejumlah catatan teknis juga menjadi perhatian pemerintah, termasuk pengaturan lalu lintas, akses transportasi umum, hingga pengamanan jalur selama kegiatan berlangsung.
Dalam beberapa laporan di lapangan, masih ditemukan kendaraan bermotor yang melintas di area CFD akibat kurang optimalnya pembatas jalan pada pelaksanaan perdana. Pemerintah berjanji akan memperbaiki sistem pengamanan dan pengawasan agar pelaksanaan berikutnya berjalan lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Kebijakan evaluasi ini mendapat beragam respons dari masyarakat. Sebagian warga mendukung langkah Pemprov DKI karena dianggap menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi publik. Mereka menilai keberadaan CFD memang penting sebagai ruang interaksi sosial dan sarana olahraga gratis bagi warga kota, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, ada pula warga yang berharap durasi CFD tidak dipangkas terlalu singkat agar masyarakat tetap memiliki waktu yang cukup untuk menikmati fasilitas ruang publik tersebut. Beberapa komunitas olahraga bahkan mengusulkan adanya pengaturan jalur khusus menuju tempat ibadah tanpa harus mengurangi waktu pelaksanaan CFD secara signifikan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan terus melakukan kajian sebelum menetapkan jam operasional final CFD Rasuna Said. Keputusan tersebut rencananya diumumkan sebelum pelaksanaan rutin dimulai pada Juni mendatang.
Pramono menegaskan bahwa pemerintah ingin menghadirkan kebijakan yang seimbang antara kebutuhan ruang publik, aktivitas olahraga masyarakat, dan kenyamanan warga sekitar. Menurutnya, seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan agar CFD di Rasuna Said dapat berjalan lebih baik ke depannya.
Keberadaan CFD sendiri selama ini dinilai menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi polusi udara sekaligus mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat perkotaan. Selain itu, CFD juga dianggap mampu menciptakan ruang interaksi sosial yang lebih terbuka bagi warga Jakarta.
Dengan adanya evaluasi ini, Pemprov DKI berharap pelaksanaan CFD di Rasuna Said dapat menjadi contoh ruang publik yang inklusif dan tetap menghormati aktivitas sosial maupun keagamaan masyarakat sekitar. (ACH)