JAKARTA – The Merah Putih Initiative (TMPI) resmi diluncurkan sebagai institusi non-pemerintah yang digagas para profesional muda untuk memperkuat arsitektur kebijakan publik di Indonesia. Kehadiran TMPI diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang menghadirkan pendekatan independen, inklusif, kritis, konstruktif, dan berbasis solusi dalam mengawal kebijakan publik nasional.
TMPI hadir di tengah kebutuhan akan ruang kajian kebijakan yang tidak hanya mampu mengkritisi persoalan, tetapi juga menawarkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata. Platform ini memosisikan diri sebagai jembatan antara perumusan kebijakan, pelaksanaan yang kredibel, hingga hasil pembangunan yang terukur dan dirasakan masyarakat.
CEO The Merah Putih Initiative, Alfi Naufida Ulinnuha, mengatakan TMPI dibangun sebagai ruang yang mempertemukan gagasan, riset, eksekusi, serta investasi berdampak.
“TMPI adalah institusi non-pemerintah yang independen dan inklusif. Kami memosisikan diri sebagai development and intellectual partner bagi pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, melalui tiga pilar utama: District Labs, Policy Labs, dan Impact Investment Labs,” terang Alfi Naufida Ulinnuha saat soft launching di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (11/5/2026).
Melalui tiga pilar tersebut, TMPI akan bekerja di seluruh siklus kebijakan, mulai dari desain, implementasi, evaluasi, hingga pengukuran dampak. District Labs difokuskan sebagai ruang pengujian kebijakan di tingkat daerah, Policy Labs untuk riset tematik dan penguatan desain kebijakan nasional, sementara Impact Investment Labs diarahkan mendukung pendanaan berbasis dampak sosial pada sektor strategis.
Alfi menegaskan, TMPI tidak hanya ingin menjadi lembaga kajian, tetapi juga mitra strategis yang memastikan kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Tujuan kami adalah memperkuat policy design, kolaborasi lintas stakeholder, dan eksekusi berbasis evidence agar kebijakan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Outcome yang ingin dicapai adalah terciptanya benchmark baru dalam implementasi kebijakan Indonesia yang berkelanjutan, scalable, dan berdampak nyata,” lanjutnya.
Adapun fokus kerja TMPI mencakup tujuh sektor utama, yakni kesehatan dan nutrisi, pendidikan, ketahanan pangan, AI/energi dan keberlanjutan, modal manusia, geopolitik, serta inklusi ekonomi.
Dalam peluncuran tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid turut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun tata kelola teknologi yang aman dan etis.
“Melalui The Merah Putih Initiative, kolaborasi lintas sektor terus didorong untuk memperkuat ruang digital Indonesia yang terhubung, tumbuh, dan terjaga. Mulai dari perlindungan anak di ruang digital, penguatan literasi digital, hingga tata kelola AI yang etis dan bertanggung jawab. Masa depan digital Indonesia tidak bisa dibangun sendirian. Dibutuhkan kolaborasi, kepercayaan, dan keberanian untuk memastikan teknologi benar-benar membawa manfaat bagi semua,” kata Meutya.
TMPI juga menilai banyak kebijakan publik di Indonesia memiliki tujuan yang baik, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek komunikasi, konsistensi implementasi, serta kepercayaan publik. Karena itu, TMPI ingin berperan dalam memperkuat eksekusi kebijakan agar tidak berhenti sebagai dokumen semata.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos menegaskan pentingnya implementasi kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti pemerataan yang nyata bagi masyarakat. Karena itu pemerintah daerah perlu fokus pada konektivitas, pendidikan, dan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Saya melihat ruang kolaborasi seperti TMPI penting untuk membantu memastikan kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi bisa dieksekusi dan berdampak langsung di lapangan,” ujar Sherly Tjoanda Laos.
Sementara itu, Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, menyambut positif peluang kerja sama antara TMPI dan Danantara, khususnya dalam pengembangan talenta dan penguatan think tank kebijakan.
“Manajemen talenta mungkin suatu hal yang bisa kita kerjasamakan juga ya. Kedua, we have our own think tank juga di dalam (Danantara), and we keep on partnering or interlocking with others yang mengetahui bidang secara spesifik,” tukas Al-Arief.
Pada peluncuran perdananya, TMPI juga memperkenalkan program unggulan bertajuk Policy Talk Series yang akan digelar secara rutin. Diskusi perdana mengulas kebijakan publik pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dari perspektif global, nasional, dan daerah.
Kehadiran TMPI diharapkan menjadi model baru kolaborasi kebijakan di Indonesia dengan mempertemukan profesional muda, pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, hingga investor berdampak untuk memperkuat kualitas kebijakan publik yang lebih inklusif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.