JAKARTA – Megawati Hangestri Pertiwi kembali mencuri perhatian publik Korea Selatan. Opposite spiker asal Indonesia itu dijuluki media lokal sebagai “Kim Yeon-koung Indonesia” berkat penampilan gemilangnya bersama Red Sparks yang berhasil membawa tim ke playoff pertama dalam tujuh tahun.
Pada musim reguler 2024–2025, Mega menempati peringkat ketiga pencetak poin terbanyak. Meski sempat mengalami cedera lutut, ia tetap tampil heroik di final kejuaraan dengan torehan 40 poin dalam salah satu laga. Setelah sempat meninggalkan V-League untuk mendampingi keluarga, Mega kini kembali dengan ambisi besar bersama Hyundai E&C.
“Merupakan suatu kehormatan untuk bermain bagi tim kuat seperti Hyundai E&C. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu tim mengangkat trofi juara dengan penampilan yang lebih matang,” ujar Mega, dikutip Sport Naver, Kamis (14/5/2026).
Pelatih Kepala Hyundai E&C, Kang Sung-hyung, menyebut Mega sebagai aset besar yang akan memperkuat daya serang sekaligus mengatur taktik tim. Bersama rekrutan baru Jordan Wilson, Hyundai E&C dipandang memiliki lini serang kiri dan kanan yang solid.
Kehadiran Mega diprediksi kembali memicu “demam Mega” seperti saat ia memperkuat Cheong Kwan Jang. Kala itu, stadion dipenuhi penggemar Indonesia, jumlah pelanggan YouTube tim melonjak sepuluh kali lipat, dan Federasi Bola Voli Korea (KOVO) turut menikmati lonjakan popularitas.
Dengan susunan pemain baru yang kuat, Hyundai E&C muncul sebagai penantang serius gelar juara V-League musim 2026–2027.