JAKARTA – Menjelang kepergiannya dari Liga Inggris, Mohamed Salah akhirnya buka suara terkait kondisi Liverpool yang dinilainya mengalami kemunduran performa sepanjang musim ini.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya @mosalah, bintang asal Mesir tersebut mengenang perjalanan klub dari tim yang diragukan hingga menjadi juara dengan kerja keras yang konsisten.
“Saya menyaksikan klub ini berubah dari yang diragukan menjadi percaya diri, dan dari percaya diri menjadi juara,” tulis Salah dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi maksimal selalu ia berikan demi membantu Liverpool mencapai puncak kejayaan.
Menurut Salah, kebanggaannya terhadap klub tidak pernah pudar meski hasil di lapangan saat ini jauh dari harapan.
Ia secara terbuka mengakui bahwa rentetan kekalahan Liverpool musim ini sangat menyakitkan dan tidak mencerminkan ekspektasi para pendukung.
“Kami kembali menelan kekalahan musim ini, itu sangat menyakitkan dan bukan yang pantas didapatkan oleh fans,” ungkapnya.
Salah menekankan pentingnya mengembalikan identitas permainan agresif Liverpool yang dulu ditakuti lawan.
Ia menyebut gaya “heavy metal football” sebagai karakter utama yang harus dihidupkan kembali tanpa kompromi.
“Saya ingin Liverpool kembali menjadi tim menyerang yang ditakuti dan kembali memenangkan trofi,” tegas Salah.
Menurutnya, filosofi permainan tersebut bukan sekadar pilihan, melainkan identitas klub yang wajib dijaga oleh seluruh elemen tim.
“Ide tersebut tidak bisa ditawar, siapa pun yang datang ke klub ini harus beradaptasi dengannya,” lanjutnya.
Salah juga mengkritik standar tim yang dianggapnya tidak boleh hanya sekadar menang sesekali tanpa konsistensi.
Ia menilai Liverpool harus memiliki ambisi lebih besar dibanding tim lain yang hanya fokus pada hasil jangka pendek.
Bagi Salah, Liverpool memiliki arti mendalam dalam hidupnya, termasuk bagi keluarganya.
Ia berharap klub tetap sukses bahkan setelah dirinya tidak lagi berseragam The Reds.
Terkait target jangka pendek, Salah menegaskan bahwa lolos ke Liga Champions musim depan adalah kewajiban mutlak.
“Seperti yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah standar minimum dan saya akan melakukan segalanya untuk mencapainya,” tutup Salah.***