JAKARTA – Kementerian Agama resmi meluncurkan terobosan baru dalam program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Program ini melalui skema percepatan pendidikan bertajuk Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) yang memungkinkan lulusan pendidikan keagamaan menempuh jenjang S2 hingga S3 dalam satu jalur terintegrasi.
Program ini menjadi inovasi perdana Kemenag yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang keagamaan secara lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.
Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori.
Ia menegaskan bahwa skema ini memberikan kemudahan signifikan karena peserta hanya perlu melalui satu tahap seleksi untuk langsung mengakses pendidikan hingga jenjang doktoral.
“Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor,” ujar Ruchman di Jakarta, Minggu (17/5/2026).
Skema PMLD secara khusus menyasar lulusan baru pendidikan keagamaan dengan batas usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik yang kerap menghambat kontinuitas pembelajaran.
Peserta yang lolos seleksi akan menjalani total masa studi selama 4,5 tahun yang terdiri dari 18 bulan program magister dan 36 bulan program doktor secara berkesinambungan.
“Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih,” jelasnya.
Menurut Ruchman, model akselerasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas SDM keagamaan, terutama dalam melahirkan akademisi, peneliti, dan pemikir intelektual di bidang studi Islam.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma, Siti Maria Ulfa, menjelaskan bahwa program ini terbuka bagi berbagai latar belakang alumni pendidikan keagamaan binaan Kemenag.
Kategori pendaftar mencakup lulusan perguruan tinggi keagamaan, alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), lulusan program studi agama di perguruan tinggi umum, alumni Ma’had Aly, hingga lulusan madrasah aliyah dan pesantren.
Pendaftaran program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk skema PMLD dibuka hingga 31 Mei 2026 dengan pilihan kampus tujuan meliputi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Pengkajian Islam).
Lalu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Studi Islam), dan UIN Walisongo Semarang (Studi Islam).
Sebagai syarat administrasi, pelamar wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan/atau bahasa Arab yang masih berlaku sesuai standar yang ditetapkan.
Informasi lengkap terkait program, syarat, dan mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Kemenag di http://beasiswa.kemenag.go.id serta portal terintegrasi LPDP di http://www.beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id. ***