JAKARTA – Tanggal 18 Mei mencatat sederet peristiwa besar yang mengubah arah sejarah dunia maupun Indonesia. Mulai dari ribuan mahasiswa yang menduduki Gedung DPR/MPR RI pada puncak reformasi 1998, kebangkitan Napoleon Bonaparte sebagai Kaisar Prancis, hingga uji coba nuklir pertama India yang mengguncang geopolitik global.
Berikut Rangkaian Peristiwa Penting 18 Mei.
Ribuan Mahasiswa Duduki Gedung DPR/MPR pada Puncak Reformasi 1998
Momentum paling bersejarah bagi Indonesia pada 18 Mei terjadi ketika ribuan mahasiswa dari berbagai kampus berhasil memasuki dan menduduki Gedung DPR/MPR RI di Jakarta. Aksi tersebut menjadi simbol kuat gerakan reformasi yang menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya setelah lebih dari tiga dekade berkuasa.
Pendudukan gedung parlemen itu dipelopori Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ). Para ketua lembaga kemahasiswaan sepakat bertahan di kompleks DPR/MPR hingga tuntutan pengunduran diri Soeharto dipenuhi.
“Komitmen akhir seluruh kontingen adalah tetap bermalam, apa pun yang terjadi,” demikian tekad para mahasiswa saat itu.
Sekitar 50 pimpinan organisasi mahasiswa terlibat dalam aksi tersebut. Henri Basel yang menjabat Ketua Senat Mahasiswa IKIP Jakarta dipercaya menjadi koordinator aksi, sementara Heru Cokro dari Universitas Indonesia bertugas sebagai koordinator lapangan.
Pada sore hari, delegasi mahasiswa sempat bertemu pimpinan DPR/MPR kala itu, Harmoko. Dalam pertemuan tersebut, Harmoko menyerukan agar Soeharto mengundurkan diri demi menjaga stabilitas nasional.
“Pernyataan Harmoko disambut positif oleh mahasiswa,” namun situasi berubah tegang ketika sebagian kelompok aksi memilih meninggalkan gedung, sementara kontingen mahasiswa memutuskan tetap bertahan semalaman.
Ketegangan meningkat setelah Menteri Pertahanan dan Keamanan sekaligus Panglima ABRI, Jenderal Wiranto, menyebut seruan Harmoko tidak konstitusional. Informasi mengenai kemungkinan pengosongan gedung oleh aparat militer sempat memicu kepanikan di kalangan mahasiswa.
Meski muncul perbedaan pendapat soal bertahan atau pulang, mahasiswa akhirnya sepakat melanjutkan pendudukan Gedung DPR/MPR. Aksi tersebut kemudian menjadi salah satu titik balik kejatuhan Orde Baru, sebelum Soeharto resmi mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.
Inggris Batalkan Perjanjian Damai dengan Prancis
Peristiwa penting lain pada 18 Mei terjadi di Eropa ketika Pemerintah Inggris membatalkan Perjanjian Amiens dengan Prancis. Kesepakatan damai yang sebelumnya menghentikan konflik sementara antara kedua negara akhirnya runtuh.
Pembatalan perjanjian itu diikuti deklarasi perang Inggris terhadap Prancis. Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi perang besar di Eropa yang dikenal sebagai Perang Napoleon.
Perseteruan Inggris dan Prancis kala itu melibatkan banyak negara di Benua Biru dan mengubah peta politik Eropa selama bertahun-tahun.
Napoleon Bonaparte Resmi Menjadi Kaisar Prancis
Masih berkaitan dengan dinamika politik Eropa, 18 Mei juga dikenang sebagai hari ketika Napoleon Bonaparte naik takhta sebagai Kaisar Prancis.
Kepemimpinan Napoleon membawa pengaruh besar terhadap tatanan politik dan militer Eropa. Di bawah kekuasaannya, Prancis menjadi salah satu kekuatan dominan dunia.
Napoleon dikenal melalui berbagai ekspansi militer dan strategi perang yang kemudian tercatat dalam sejarah sebagai Era Napoleon. Pengaruhnya bahkan masih dipelajari dalam dunia militer modern hingga saat ini.
India Lakukan Uji Coba Nuklir Pertama
India juga menorehkan sejarah penting pada 18 Mei lewat pelaksanaan uji coba bom nuklir pertamanya. Langkah tersebut menjadikan India sebagai negara keenam di dunia yang memiliki kemampuan nuklir.
Sebelum India, hanya ada lima negara yang diketahui memiliki kekuatan nuklir, yakni Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Tiongkok, dan Prancis.
Keberhasilan uji coba tersebut memperkuat posisi India dalam percaturan geopolitik internasional sekaligus memicu perhatian dunia terhadap perlombaan senjata nuklir di Asia.
Gunung Saint Helens Meletus, AS Dilanda Hujan Abu
Bencana besar juga terjadi pada 18 Mei ketika Gunung Saint Helens di Washington, Amerika Serikat, mengalami letusan dahsyat.
Gunung tersebut memuntahkan lava dan material vulkanik hingga setinggi sekitar 1.300 kaki dari kawah utama. Letusan besar itu menewaskan sedikitnya sembilan orang, sementara puluhan lainnya dilaporkan hilang.
Selain korban jiwa, letusan Gunung Saint Helens memicu hujan abu tebal yang menyelimuti wilayah Washington. Beberapa daerah bahkan dilaporkan gelap pada siang hari akibat tertutup abu vulkanik.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu letusan gunung berapi paling merusak dalam sejarah modern Amerika Serikat.
Helen Sharman Jadi Astronaut Inggris Pertama
Pada 18 Mei, sejarah eksplorasi luar angkasa juga mencatat pencapaian penting ketika Helen Sharman meluncur ke luar angkasa menggunakan wahana milik Uni Soviet.
Misi itu menjadikan Helen Sharman sebagai perempuan Inggris pertama sekaligus warga Inggris pertama yang berhasil pergi ke luar angkasa.
Keberhasilannya dianggap sebagai tonggak penting dalam perkembangan sains dan teknologi antariksa Inggris, sekaligus membuka jalan bagi keterlibatan lebih besar perempuan dalam dunia astronautika.