JAKARTA – Cleveland Cavaliers dilaporkan telah mengambil keputusan penting terkait masa depan James Harden dengan rencana mengajukan kontrak jangka panjang usai musim berakhir.
Langkah ini disebut bukan keputusan mendadak, melainkan bagian dari strategi sejak Cavaliers memutuskan merekrut Harden melalui skema trade sebelumnya.
Menurut laporan jurnalis ESPN Brian Windhorst, manajemen Cavaliers sudah memproyeksikan Harden sebagai bagian inti tim dalam beberapa musim ke depan.
Keinginan Harden untuk hengkang dari Los Angeles Clippers sebelumnya dipicu oleh ketidakjelasan komitmen jangka panjang, sesuatu yang kini justru ditawarkan Cleveland.
Cavaliers diperkirakan akan merealisasikan kontrak baru setelah Harden mengambil opsi keluar dari player option musim depan.
Meski demikian, keputusan ini tetap mengandung risiko mengingat Harden akan menginjak usia 37 tahun pada Agustus mendatang.
Selain faktor usia, rekam jejak Harden di babak playoff juga kerap menjadi sorotan karena performanya yang dinilai belum konsisten di momen krusial.
Namun, sinyal positif mulai terlihat saat Harden tampil lebih solid dalam Semifinal Wilayah Timur musim ini.
Secara statistik, Harden mencatatkan rata-rata 20,5 poin dan 7,7 assist per gim sejak bergabung dengan Cavaliers di musim reguler.
Kontribusi tersebut dinilai cukup signifikan dalam membantu Cleveland menjaga daya saing di kompetisi ketat Wilayah Timur.
Nasib Cavaliers musim ini juga akan sangat dipengaruhi hasil Game 7 melawan Detroit yang menjadi laga penentuan.
Jika berhasil melaju, kepercayaan terhadap proyek bersama Harden akan semakin menguat di internal tim.
Sebaliknya, jika gagal, keraguan lama terkait performa Harden di playoff berpotensi kembali mencuat ke permukaan.
“Keputusan ini sudah ada sejak mereka melakukan trade, sekarang tinggal bagaimana hasil musim ini memvalidasi langkah tersebut,” ujar Brian Windhorst dalam laporannya.***