JAKARTA – Momen perpisahan Antoine Griezmann di Stadion Metropolitano berubah menjadi malam penuh emosi ketika sang penyerang Prancis secara resmi berpamitan kepada Atlético Madrid menjelang kepindahannya ke Orlando City pada musim panas ini.
Acara penghormatan berlangsung lebih dari 30 menit setelah laga berakhir dengan puluhan ribu suporter bertahan di tribun untuk memberikan salam terakhir kepada pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub tersebut.
Didampingi keluarga, rekan setim, serta jajaran pelatih, Griezmann menyampaikan pidato menyentuh yang menyoroti perjalanan panjangnya sejak pertama bergabung pada 2014 hingga menjadi ikon klub.
Dalam pengakuannya, Griezmann secara terbuka menyinggung keputusan masa lalu yang sempat membuat hubungannya dengan fans merenggang.
“Saya ingin meminta maaf lagi karena saat itu saya tidak menyadari betapa besar cinta yang saya miliki di sini, saya masih muda dan membuat kesalahan,” ujar Griezmann dikutip dari SB Nation, Senin.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan kembali ke Atlético menjadi salah satu langkah terbaik dalam kariernya.
Griezmann kemudian memberikan penghormatan kepada rekan setim, staf klub, serta pelatih Diego Simeone yang dianggapnya sebagai sosok penting dalam transformasi kariernya.
“Berkat Anda, saya bisa menjadi juara dunia dan merasakan menjadi pemain terbaik di dunia,” katanya kepada Simeone.
Tak lupa, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada keluarga, terutama sang istri dan ayah yang berperan besar dalam perjalanan sepak bolanya sejak usia muda.
Meski mengakui belum mampu mempersembahkan trofi La Liga atau Liga Champions, Griezmann menegaskan bahwa cinta dari fans Atlético jauh lebih berarti baginya.
“Saya mungkin belum membawa gelar besar, tetapi malam ini memiliki arti yang jauh lebih dalam dan akan saya kenang selamanya,” ucapnya.
Reaksi Rekan dan Legenda Klub
Kapten Atlético, Koke, menyebut Griezmann sebagai sosok penting yang membawa kebahagiaan di ruang ganti dan meninggalkan warisan besar bagi generasi pemain berikutnya.
“Dia pergi sebagai legenda dan memberikan inspirasi bagi banyak pemain muda,” kata Koke.
Pelatih Diego Simeone juga menyoroti kontribusi Griezmann yang dinilai mampu mengubah dinamika tim sejak awal kedatangannya.
“Jarang ada pemain yang dicintai semua orang seperti dia, dan itu menunjukkan betapa besar pengaruhnya,” ujar Simeone.
Sementara itu, legenda klub seperti Diego Godín dan Fernando Torres menegaskan bahwa Griezmann tidak hanya meninggalkan prestasi, tetapi juga rasa hormat dan kecintaan dari seluruh keluarga besar Atlético Madrid.
Ikuti Jejak Messi
Kepergian Griezmann menandai akhir era penting bagi Atlético Madrid sekaligus membuka babak baru dalam kariernya di Major League Soccer bersama Orlando City.
Griezmann akan reuni dengan mantan rekannya di Barcelona yang terlebih dahulu hijrah ke MLS bersama Inter Miami, Lionel Messi.
Transfer ini juga menjadi langkah strategis bagi klub Spanyol untuk melakukan regenerasi skuad setelah kehilangan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah mereka.***