JAKARTA – Pembalap KTM, Pedro Acosta, mengkritik keras terhadap keputusan pengawas balapan yang tetap melanjutkan Grand Prix Catalann meski dua insiden serius terjadi secara beruntun.
Alex Marquez dan Johann Zarco harus dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan parah, tapi balapan tetap dimulai kembali untuk ketiga kalinya.
Acosta, yang sempat memimpin jalannya lomba, menilai keputusan tersebut mengabaikan keselamatan pembalap. Kepada DAZN, ia menegaskan: “Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang balapan hari ini. Yang terpenting adalah kita tahu Alex Marquez dan Johann Zarco baik-baik saja, begitu juga semua orang lain yang mengalami kecelakaan. Sekali lagi, kita telah mengalami hari Minggu yang bisa saja berakhir sangat buruk,” tegasnya, dilansir Motorsport, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan: “Ini bukan perasaan yang paling menyenangkan di dunia. Ketika sesuatu seperti yang terjadi hari ini terjadi, sungguh mengerikan bahwa kita bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan melanjutkan balapan seperti biasa.”
Acosta menolak keputusan untuk melanjutkan balapan setelah dua kali bendera merah berkibar: “Jika dua hal buruk sudah terjadi dalam perlombaan yang sama, saya rasa tidak ada gunanya untuk ikut lagi. Saya pikir kesehatan orang lebih penting daripada pertunjukan.”
Insiden bermula ketika motor Acosta kehilangan tenaga di lintasan lurus, membuat Alex Marquez yang berada di belakangnya tak sempat menghindar. Tak lama setelah balapan dimulai kembali, Zarco terlibat tabrakan dengan Francesco Bagnaia di Tikungan 1.
Meski akhirnya gagal mempertahankan posisi terdepan, Acosta tetap menunjukkan sportivitas. Ia menerima permintaan maaf Ai Ogura yang menabraknya di tikungan terakhir, dengan mengatakan: “Itu hanya bagian dari balapan… Saya salut padanya karena menunjukkan sedikit kerendahan hati.”