Suasana RSUD KH Muhammad Thohir di Krui, Pesisir Barat, Lampung, mendadak riuh penuh haru pada Rabu (10/6/2026). Sebelum meresmikan gedung rumah sakit secara simbolis, Presiden RI Prabowo Subianto memilih untuk blusukan langsung, berkeliling ruangan, dan menyapa hangat warga lokal serta para tenaga kesehatan (nakes) yang sedang bertugas.
Berdasarkan tayangan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini disambut antusias. Sepanjang koridor rumah sakit, Presiden Prabowo tampak didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta jajaran manajemen rumah sakit.
Sembari mendengarkan penjelasan detail mengenai fasilitas faskes baru tersebut dari perwakilan RSUD, Prabowo menyempatkan diri masuk ke ruang-ruang perawatan untuk memberikan suntikan semangat kepada para nakes.
“Selamat kerja,” tutur Prabowo ramah sembari melempar senyum usai meninjau salah satu ruangan pelayanan.
Momen Haru: Diminta Doakan Bayi hingga Ladeni Selfie
Kunjungan kerja ini terasa sangat humanis ketika Presiden Prabowo menghentikan langkahnya untuk mengobrol dengan pasien yang sedang mengantre berobat. Di salah satu sudut selasar, seorang petugas kesehatan bersama seorang ibu yang menggendong bayi tampak histeris gembira melihat Presiden mendekat.
“Habis berobat, minta didoain sama Pak Prabowo,” celetuk petugas kesehatan tersebut mewakili sang ibu yang tersipu malu.
Mendengar permintaan tulus itu, Presiden Prabowo langsung mendekat dengan senyum kebapakan. Beliau menanyakan nama bayi mungil tersebut dan mengajak sang ibu berbincang kecil mengenai kondisi kesehatan buah hatinya.
Tidak hanya berbincang, momen blusukan ini juga diwarnai dengan aksi foto bersama. Warga yang gemas dan kagum tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini untuk mengajak Kepala Negara berswafoto (selfie). Dengan sabar dan ramah, Prabowo meladeni ajakan berfoto dari warga, hingga di akhir sesi kunjungan, giliran kerumunan dokter dan perawat yang kompak mengajak Presiden berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.