Tensi panas Piala Dunia 2026 tidak hanya terjadi di dalam lapangan, tetapi juga merembet ke urusan logistik dan politik turnamen. Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, meluapkan kemarahannya dan secara blak-blakan menyebut timnya sebagai “tim paling tertindas” sepanjang gelaran akbar ini.
Pemicunya? Team Melli dipaksa secepatnya angkat kaki dari wilayah Amerika Serikat sesaat setelah peluit panjang berbunyi, demi kembali ke kamp latihan mereka yang berada di Tijuana, Meksiko.
Kemarahan Ghalenoei memuncak karena instruksi mendadak ini datang tepat setelah anak asuhnya menjalani laga melelahkan kontra Selandia Baru di Grup G yang berakhir imbang 2-2, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.
Jadwal Pemulihan yang Dirusak
Sesuai rencana awal yang matang, skuad Iran seharusnya baru terbang kembali ke Meksiko satu hari setelah pertandingan (Rabu waktu setempat) agar para pemain memiliki waktu istirahat yang cukup di hotel. Namun, rencana itu berantakan total akibat instruksi sepihak yang memaksa mereka langsung menuju bandara.
“Kami menghabiskan begitu banyak waktu di udara untuk perjalanan pulang-pergi, dan mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk sekadar bernapas dan beristirahat,” semprot Ghalenoei dengan nada kecewa melalui penerjemahnya, seperti dikutip dari ESPN.
“Setelah pertandingan hari ini selesai, mereka langsung mendatangi kami dan berkata, ‘Kalian harus segera pergi sekarang juga.'”
Protes Keras demi Fisik Pemain
Bagi Ghalenoei, perlakuan ini sangat merugikan aspek olahraga, terutama terkait recovery (pemulihan fisik) pemain di turnamen seketat Piala Dunia yang berpindah-pindah antarnegara (AS, Kanada, Meksiko).
-
Kerugian Fisik: Pemain dipaksa melakukan perjalanan udara beberapa jam setelah bertanding 90 menit penuh tanpa sempat melakukan proses cooling down dan istirahat ideal.
-
Gangguan Mental: Ketidaknyamanan logistik ini dianggap merusak fokus tim yang tengah berjuang lolos dari fase grup.
“Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu pemulihan, tetapi kami justru dipaksa kembali ke kamp di Tijuana saat itu juga. Kami benar-benar merasa terganggu dan dirugikan oleh keputusan ini. Saya pikir, tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia,” pungkasnya dengan getir.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia penyelenggara terkait alasan di balik perintah pengusiran kilat skuad Iran dari wilayah AS tersebut.



