JAKARTA – Di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah, sebuah analisis yang diterbitkan media Israel mengungkap penilaian mengejutkan. Turki kini disebut sebagai tantangan strategis yang lebih besar bagi Israel dibandingkan Iran, negara yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai musuh utama Tel Aviv.
Surat kabar Israel Maariv dalam artikel analisis yang terbit pada Selasa (23/6) menyoroti perubahan lanskap keamanan regional dan munculnya Turki sebagai kekuatan militer yang semakin diperhitungkan. Penilaian tersebut tidak hanya didasarkan pada kapasitas militer Ankara saat ini, tetapi juga pada laju modernisasi pertahanan yang dinilai mampu mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan dalam jangka panjang.
Dalam analisisnya, Maariv menyimpulkan bahwa ancaman yang ditimbulkan Turki terhadap kepentingan strategis Israel kini lebih kompleks dan berpotensi lebih serius dibandingkan Iran.
“Turki saat ini menghadirkan tantangan yang lebih besar dan lebih serius bagi Israel daripada Iran,” tulis analisis tersebut.
Pergeseran Fokus Ancaman Israel
Selama beberapa dekade terakhir, Iran menjadi fokus utama strategi keamanan Israel. Program nuklir Teheran, dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan, serta rivalitas ideologis yang berkepanjangan membuat Iran dipandang sebagai ancaman terbesar bagi negara Yahudi tersebut.
Namun, perkembangan pesat sektor pertahanan Turki mulai mengubah kalkulasi tersebut. Ankara dinilai berhasil membangun kekuatan militer modern yang tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga semakin mandiri dari ketergantungan teknologi asing.
Analisis Maariv menyoroti bahwa Turki kini merupakan kekuatan militer terbesar kedua di dalam NATO setelah Amerika Serikat. Selain itu, negara yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan itu disebut telah mencapai sekitar 80 persen tingkat kemandirian dalam sektor pertahanan.
Kemampuan tersebut dianggap sebagai pencapaian signifikan mengingat dalam beberapa dekade sebelumnya Turki masih sangat bergantung pada impor persenjataan dari negara-negara Barat.
Industri Pertahanan Turki Melonjak
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Ankara membangun industri pertahanan nasional yang berkembang pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, Turki gencar mengembangkan berbagai platform tempur buatan dalam negeri, mulai dari kendaraan lapis baja, drone tempur, rudal, hingga sistem pertahanan udara.
Menurut analisis tersebut, Turki telah membangun fondasi industri pertahanan canggih yang memungkinkan sebagian besar kebutuhan militernya dipenuhi dari produksi domestik.
“Turki telah membangun basis industri pertahanan maju yang mampu memproduksi sebagian besar kebutuhan militernya sendiri,” tulis laporan itu.
Kemampuan tersebut dinilai memberikan keuntungan strategis karena Ankara tidak lagi terlalu rentan terhadap embargo atau pembatasan ekspor senjata dari negara lain.
Selain itu, Turki juga disebut terus mengembangkan sistem pertahanan udara berlapis berbasis teknologi lokal untuk memperkuat perlindungan wilayahnya dari berbagai ancaman.
Armada Tank dan Kekuatan Darat Jadi Sorotan
Di sektor angkatan darat, Turki disebut memiliki salah satu armada kendaraan tempur terbesar di kawasan. Media Israel itu secara khusus menyoroti keberadaan tank tempur utama Altay, proyek kebanggaan industri pertahanan Turki yang dikembangkan secara domestik.
Keberadaan tank generasi baru tersebut dianggap sebagai simbol transformasi militer Ankara dari pengguna teknologi asing menjadi produsen sistem persenjataan modern.
Selain tank, Angkatan Darat Turki juga memiliki berbagai kendaraan lapis baja dan sistem artileri yang terus dimodernisasi untuk meningkatkan kemampuan tempur.
Dominasi Udara Masih Kuat
Kekuatan udara Turki juga menjadi perhatian serius dalam analisis tersebut. Ankara saat ini mengoperasikan sekitar 200 pesawat militer, dengan mayoritas berupa jet tempur F-16 Fighting Falcon yang menjadi tulang punggung Angkatan Udara Turki.
Selain armada tempur, Turki juga memiliki sejumlah helikopter serang multiperan yang mampu mendukung operasi militer di berbagai medan.
Modernisasi yang terus dilakukan terhadap armada udara itu membuat Turki dinilai memiliki kemampuan proyeksi kekuatan yang semakin luas, baik di kawasan Timur Tengah, Laut Mediterania, maupun wilayah sekitarnya.
Angkatan Laut Dinilai Jadi Ancaman Paling Serius
Meski kekuatan darat dan udara Turki terus berkembang, *Maariv* menilai ancaman paling signifikan bagi Israel justru berasal dari sektor maritim.
Analisis tersebut menyebut Angkatan Laut Turki memiliki kemampuan yang dapat mengubah dinamika keamanan kawasan, terutama di Laut Mediterania Timur yang selama ini menjadi wilayah strategis bagi Israel.
Turki diketahui memiliki armada yang terdiri dari 16 kapal selam, sejumlah fregat modern, serta kapal serbu amfibi TCG Anadolu yang menjadi kapal perang terbesar dalam sejarah angkatan laut negara itu.
“Ancaman paling signifikan dalam potensi konfrontasi dengan Israel dapat datang dari kekuatan angkatan laut Turki,” tulis *Maariv*.
Keberadaan TCG Anadolu secara khusus mendapat perhatian karena kapal tersebut mampu mendukung berbagai operasi militer, termasuk pengerahan pasukan, operasi amfibi, hingga penggunaan pesawat nirawak tempur.
Kekhawatiran Baru di Kalangan Pembuat Kebijakan Israel
Kemajuan teknologi militer Turki dalam satu dekade terakhir disebut telah memperkuat posisi geopolitik Ankara secara signifikan. Tidak hanya menjadi pemain utama di Timur Tengah, Turki juga semakin aktif memperluas pengaruhnya di kawasan Laut Hitam, Afrika, hingga Asia Tengah.
Situasi ini dilaporkan mulai memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pembuat kebijakan dan perencana pertahanan Israel. Jika sebelumnya perhatian utama tertuju pada Iran dan kelompok-kelompok sekutunya, kini muncul pandangan bahwa kebangkitan militer Turki perlu mendapat perhatian lebih besar.
Penguatan kemampuan pertahanan Ankara dinilai dapat menciptakan tantangan strategis jangka panjang yang berbeda dari ancaman konvensional yang selama ini dihadapi Israel.
Analisis tersebut mencerminkan adanya pergeseran persepsi keamanan di Israel, di mana perkembangan kekuatan militer Turki kini dipandang sebagai faktor penting yang berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan di Timur Tengah pada masa mendatang.
Dengan industri pertahanan yang semakin mandiri, modernisasi militer yang berkelanjutan, serta kapasitas proyeksi kekuatan yang terus meningkat, Turki kini muncul sebagai salah satu aktor regional yang paling diperhitungkan dalam kalkulasi strategis Israel.