JAKARTA – Golden State Warriors mengambil keputusan besar yang mengubah arah strategi mereka di bursa transfer NBA setelah resmi mempertahankan Kristaps Porzingis dengan kontrak baru bernilai 40 juta dolar AS atau sekitar Rp700 miliar (kurs Rp17.500 per dolar AS).
Langkah tersebut sekaligus membuat peluang mendatangkan LeBron James ke San Francisco semakin sulit.
Hal ini terjadi karena ruang gaji Warriors kini tidak lagi cukup untuk menawarkan kontrak maksimal melalui skema pengecualian gaji (mid-level exception) yang sebelumnya dianggap sebagai opsi paling realistis.
Perubahan arah kebijakan Warriors terjadi hanya dalam hitungan jam setelah sempat muncul spekulasi bahwa klub tersebut sedang menyusun salah satu skuad paling bertabur bintang dalam sejarah NBA dengan menggabungkan Stephen Curry, LeBron James, Anthony Davis, Jimmy Butler, Draymond Green, dan Kristaps Porzingis.
Sebelumnya, Draymond Green memilih tidak mengambil opsi pemain senilai 27,7 juta dolar AS atau sekitar Rp484,75 miliar, yang memunculkan dugaan bahwa ia akan menandatangani kontrak baru dengan nilai tahunan lebih rendah demi memberi fleksibilitas finansial bagi Warriors.
Dengan skenario tersebut, Golden State diperkirakan memiliki kesempatan menawarkan kontrak sekitar 15 juta dolar AS atau sekitar Rp262,5 miliar kepada LeBron James menggunakan fasilitas non-taxpayer mid-level exception.
Namun rencana itu berubah setelah laporan ESPN menyebut Warriors resmi menyepakati kontrak berdurasi dua musim bersama Kristaps Porzingis yang juga menyertakan opsi pemain untuk musim kompetisi 2027-2028.
Pakar aturan batas gaji NBA dari ESPN, Bobby Marks, menilai keputusan mempertahankan Porzingis membuat Warriors kehilangan kemampuan menawarkan kontrak penuh yang sebelumnya diproyeksikan menjadi jalan utama memboyong LeBron James.
“Dengan komitmen gaji baru kepada Kristaps Porzingis, Warriors tidak lagi memiliki ruang untuk menawarkan mid-level exception penuh kepada LeBron James,” ujar Bobby Marks dikutip dari Newsweek, Selasa.
Porzingis sendiri bergabung ke Golden State pada tenggat waktu pertukaran pemain musim lalu melalui transaksi yang mengirim Jonathan Kuminga dan Buddy Hield ke Atlanta Hawks.
Meski hanya tampil dalam 15 pertandingan akibat masalah kebugaran, pebasket asal Latvia tersebut tetap memberikan kontribusi positif dengan rata-rata 16,1 poin, 5,3 rebound, dan 1,1 blok per pertandingan serta akurasi tembakan tiga angka sebesar 31,1 persen.
Kehadiran Porzingis dinilai sangat cocok melengkapi permainan Stephen Curry, Jimmy Butler, dan Draymond Green karena memiliki kemampuan menembak dari luar garis tiga angka sekaligus menjadi pelindung ring yang efektif.
Meski demikian, nilai strategis Porzingis tetap dianggap berbeda dibandingkan dampak besar yang dapat diberikan LeBron James sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah NBA.
Secara teori, peluang Warriors merekrut LeBron memang belum sepenuhnya tertutup apabila sang megabintang bersedia menerima kontrak dengan nilai lebih kecil atau melalui mekanisme sign-and-trade.
Namun skenario tersebut kini dipandang semakin sulit terwujud mengingat LeBron sebelumnya menolak opsi pemain yang nilainya melebihi 50 juta dolar AS atau sekitar Rp875 miliar, sehingga kecil kemungkinan ia bersedia menerima pemotongan gaji yang sangat signifikan.
Selain Golden State Warriors, LeBron James juga terus dikaitkan dengan kemungkinan kembali memperkuat Cleveland Cavaliers maupun reuni bersama Miami Heat apabila negosiasi kontrak barunya bersama Los Angeles Lakers tidak mencapai kesepakatan.
Keputusan Warriors mempertahankan Kristaps Porzingis pun menjadi sinyal bahwa organisasi tersebut memilih menjaga fondasi skuad yang ada dibanding mengambil risiko besar demi mengejar salah satu transfer paling sensasional dalam sejarah NBA.***