JAKARTA – Upacara Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026), melibatkan Paskibraka terpilih dari seluruh Indonesia.
Sebanyak 76 anggota Paskibraka nasional menjalani pemusatan latihan sebelum dipercaya mengemban tugas dalam upacara kenegaraan tersebut.
Penentuan petugas utama seperti pembawa baki, pengerek, dan pembentang bendera dilakukan pada pagi hari sebelum upacara berlangsung.
Mereka dipilih dari putra-putri terbaik daerah yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan tingkat pusat sejak pertengahan Juli 2026.
Petugas Utama Upacara HUT ke-81 RI
Celine Olivia Apriani Theo dari SMK Negeri 5 Pontianak, Kalimantan Barat, dipercaya sebagai pembawa baki dalam upacara tersebut.
Posisi pembawa baki cadangan dipercayakan kepada Eighteen Jeanette Hekboy dari SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Tugas sebagai pengerek bendera diberikan kepada I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari SMAN 7 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sementara itu, M Aryo Wira Zandhyka Y dari SMAN 7 Kota Bengkulu, Bengkulu, bertugas sebagai pembentang bendera Merah Putih.
Keempat nama tersebut menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini.
Daftar Lengkap Paskibraka Nasional 2026
1. Aceh: Muhammad Hibban Annafis dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang.
2. Sumatera Utara: Gussa Oliver Nainggolan dan Felesia Rismaito Munthe.
3. Sumatera Barat: Ahmad Alfatih dan Ulya Kireina Halim.
4. Riau: Rizqy Aditya Siregar dan Arifa Rahma Maulydha.
5. Jambi: Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia Putri.
6. Sumatera Selatan: Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi.
7. Bengkulu: M. Aryo Wira Zandhyka dan Nadine Permata Vanza.
8. Lampung: Naufal Ghaly Oktora dan Chika Azahra Salsabilla.
9. Kepulauan Bangka Belitung: Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah.
10. Kepulauan Riau: Muhammad Salman Farisi dan Raudah Mabrura.
11. DKI Jakarta: Muazzam Saqif Hasani Siregar dan Latiesha Firenzie Bharata.
12. Jawa Barat: Baruno Wicaksono dan Aisha Calista Permata.
13. Jawa Tengah: Hilmi Tisna Yuwanda dan Qothrunnada Azzahra Husna.
14. Daerah Istimewa Yogyakarta: Ahmad Raditya dan Anggita Ayu Mahanani Hanifah.
15. Jawa Timur: Reihan Nifan Arkana dan Angelica Theona Putri.
16. Banten: Chaysar Purnama Putra dan Adzra Khairy Fadian.
17. Bali: I Made Dwi Sathya Kurniawan dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani.
18. Nusa Tenggara Barat: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dan Belvana Rolanda Vindia Kurniawan.
19. Nusa Tenggara Timur: Atanasius Meyllano Frans Yogar dan Eighteen Jeanette Hekboy.
20. Kalimantan Barat: Mirza Rafi Navazani dan Celine Olivia Apriani Theo.
21. Kalimantan Tengah: Muhammad Azham Alfarizqi dan Ajeng Bunga Safitri.
22. Kalimantan Selatan: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dan Siti Nur Adlina.
23. Kalimantan Timur: Gus Luthfy Azka Nararya dan Julita Rista Lestari.
24. Kalimantan Utara: Muhammad Zainal Ihsan dan Desy Natalia.
25. Sulawesi Utara: Gabriel Gilbert Miller Kamasi dan Faith Louisa Tabita Maengkom.
26. Sulawesi Tengah: Fahriansyah Rihama dan Chintya Graciella Rorong.
27. Sulawesi Selatan: Juan Pablo dan Taswina Putri.
28. Sulawesi Tenggara: Laode Reyhan Putra Satria Korwa dan Waode Bintang Adisya.
29. Gorontalo: Muhammad Azka Gaib dan Khasyifa Anindi Sudarmanto.
30. Sulawesi Barat: M. Deni Fikri dan Ismi Ulfaida.
31. Maluku: Louise Adriano Hutasoit dan Cinzia Christovani Marantika.
32. Maluku Utara: Haikal Khadafi H. Laode dan Mardhatilla A. Putri.
33. Papua: Johanes Matius Paulus Rumsayor dan Neeltje Deliana Insjowi Werimon.
34. Papua Barat Daya: Pieter Felix Paskah Yapen dan Vila Delvia Nauri.
35. Papua Barat: Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriani Rumbiak.
36. Papua Selatan: Vinsensius Renaldi Oey Yolmen dan Kristina Ndiken.
37. Papua Tengah: Christopher Leon Bringga Tabuni dan Gladys Manuella Aibekob.
38. Papua Pegunungan: Michael Marchel Winka Fakdawer dan Julia Maharani Dabi.
Keberadaan para Paskibraka tersebut mencerminkan keterwakilan generasi muda dari berbagai daerah dalam momentum nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Tugas mereka bukan sekadar menjalankan rangkaian teknis upacara, tetapi juga membawa simbol persatuan Indonesia melalui pengibaran bendera Merah Putih.***



