JAKARTA – Siswi SMA Pradita Dirgantara, Lovenia, mencatat prestasi dengan lolos ke University of California Berkeley, Amerika Serikat.
Ia diterima pada program Earth and Planetary Science, salah satu bidang ilmu kebumian bergengsi di kampus tersebut.
Keberhasilan itu semakin bermakna karena Lovenia menjadi anggota keluarga pertama yang kuliah di luar negeri.
Perjalanan akademiknya didukung penuh melalui Beasiswa Garuda yang membuka akses menuju pendidikan kelas dunia.
Bagi Lovenia, capaian tersebut menjadi hasil dari perjuangan panjang yang telah dimulai sejak masih duduk di bangku SD.
“Saya sebenarnya adalah generasi pertama di keluarga saya yang berhasil ke luar negeri dan juga mendapatkan beasiswa ke luar negeri.”
Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang 1 Tahun 2026 di Jakarta.
Ia mengungkapkan rasa bangga terbesar justru terlihat dari kedua orang tuanya yang mengikuti setiap proses perjuangannya.
“Saya sangat bisa merasakan bahwa mereka sangat terharu dan sangat berbahagia karena mereka sudah tahu bagaimana usaha saya dari kecil, dari SD, SMP, SMA untuk memupuk setiap portofolio dan juga apa yang sudah saya achieve.”
Lovenia menilai Beasiswa Garuda menjadi kesempatan langka yang mengubah cita-citanya menjadi kenyataan.
Menurutnya, biaya pendidikan di Amerika Serikat sebelumnya menjadi tantangan terbesar untuk mewujudkan impian tersebut.
“Puji Tuhan sangat bersyukur sudah mendapatkan Beasiswa Garuda karena it is such a privilege.”
“Nggak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini.”
“It’s like such an honor.”
“Dan terutama saya juga mengincar kampus yang bagus dan lumayan mahal di Amerika.”
“Dan tentunya dengan dana saya pribadi, saya tidak mungkin bisa ke sana.”
Di UC Berkeley, Lovenia akan memperdalam ilmu kebumian yang berkaitan dengan laut, atmosfer, dan lingkungan.
Ia juga ingin mengembangkan teknologi pemodelan radar cuaca serta mitigasi bencana yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketertarikannya muncul setelah mengikuti Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian saat masih bersekolah.
Pengalaman itu memperkenalkannya pada kajian hidrometeorologi yang memadukan atmosfer, cuaca, dan sumber daya air.
“Saya menemukan sebuah passion atau sebuah interest baru ke arah kebumian, lebih terutama kepada hydrometeorological.”
“Jadi tentang ilmu kelautan dan juga ilmu atmosfer.”
“Nah, kemudian karena proses lomba tersebut, saya juga ingin semakin terjun ke dunia tersebut.”
“Sehingga saya mencari mana sekolah yang bagus untuk earth and planetary science.”
Lovenia berharap ilmu yang diperolehnya nanti dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan di Indonesia.
Ia menilai Beasiswa Garuda tidak sekadar bantuan biaya, tetapi juga membuka akses menuju pengalaman internasional.
Program itu dinilai mampu memperluas peluang generasi muda Indonesia belajar di kampus terbaik dunia.
Lovenia juga berharap perhatian pemerintah terhadap pendidikan turut menyasar guru dan tenaga pendidik.
“Saya juga berharap semoga tidak hanya anak-anaknya yang diberikan sebuah prestige untuk belajar sejauh mungkin, tapi juga guru-guru dan juga sistem tenaga pengajar di Indonesia itu bisa semakin didukung.”
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas penyelenggaraan Beasiswa Garuda.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto dan juga para jajaran pemerintah yang sudah mendukung kontribusi adanya Beasiswa Garuda tahun ini dan juga tahun ke depannya.”
“Saya berharap semoga Beasiswa Garuda ini dapat terus dilanjutkan,” tutur Lovenia.***