Bagi sebagian besar remaja di Inggris, ulang tahun ke-17 adalah momen sakral untuk langsung mendaftarkan diri kursus menyetir. Tujuannya satu: mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM), membeli mobil sendiri, dan merdeka dari status “penumpang abadi” yang selalu mengandalkan jemputan ayah atau ibu.
Namun, siklus itu tidak berlaku bagi Arvid Lindblad. Remaja sensasional asal Inggris ini sedang menjalani musim debutnya (rookie) di ajang Formula 1. Lucunya, di saat ia sudah mahir menjinakkan jet darat berkekuatan ratusan tenaga kuda di sirkuit resmi, Lindblad ternyata belum memiliki SIM untuk mengemudikan mobil biasa di jalan raya!
Bahkan yang lebih menggelikan, meski sudah aktif membalap dengan mobil profesional sejak usia 15 tahun pada Agustus 2022 lalu, ia baru saja mencicipi kelas kursus menyetir pertamanya baru-baru ini.
“Awalnya Lucu, Sekarang Jadi Malu-maluin”
Saat hadir sebagai bintang tamu dalam tayangan olahraga di Sky Sports, Lindblad blak-blakan menertawakan kondisinya yang ironis tersebut.
“Agak miris sebenarnya kalau diingat-ingat saya belum punya SIM. Awalnya sih terasa lucu buat candaan, tapi lama-lama kok jadi terasa konyol ya. Jadi, sekarang saya benar-benar sedang mengusahakannya. Faktanya, saya baru saja menjalani latihan setir mobil pertama saya kemarin!” aku Lindblad sambil tertawa.
Gara-Gara Korban Tips Sesat Teman
Sebelum resmi mengambil kelas praktik menyetir, Lindblad ternyata sempat nekat mengikuti ujian teori SIM beberapa bulan lalu. Alih-alih lulus dengan mudah sebagai seorang pembalap profesional, hasilnya justru berakhir zonk. Lindblad dinyatakan gagal.
Dalam siniar (podcast) Up to Speed, pembalap muda ini menceritakan kronologi kegagalannya yang menyebalkan akibat menjadi korban tips sesat dari temannya sendiri.
Lindblad mengaku baru mulai belajar materi ujian pada jam 8 malam sebelum hari-H. Ia hanya belajar sekitar 3 sampai 4 jam saja.
Lindblad terbuai ucapan temannya yang pamer bisa lulus tanpa belajar. “Teman saya bilang, ‘Ah, saya langsung datang aja waktu itu (dan lulus).’ Jadi saya pikir, oke kalau begitu saya belajar sedikit saja pasti aman,” kenangnya. Akibat kurang persiapan, poin ujian Lindblad meleset sangat tipis. Ia kekurangan tepat satu poin saja untuk bisa lulus.
“Itu sangat menyebalkan dan bikin kecewa berat. Rasanya benar-benar seperti kena rage bait (pancingan emosi)!” pungkas Lindblad. Kini, sembari fokus merebut poin di lintasan F1, sang pembalap harus meluangkan waktu ekstra untuk belajar rambu-rambu lalu lintas agar tidak perlu lagi meminta tumpangan orang tuanya saat pulang ke rumah.