JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat kebakaran pub Rong Beer Na Ladprao di Bangkok meningkat menjadi 30 orang, menjadikannya tragedi paling mematikan di kota itu dalam 17 tahun terakhir.
Dilansir The Guradian, Otoritas distrik menyebut tiga korban tambahan meninggal pada Selasa (14/7/2026), sementara penilaian awal menduga korsleting pendingin udara di langit-langit sebagai pemicu kebakaran. Polisi menetapkan kelalaian sebagai teori utama penyelidikan.
Sebagian besar korban ditemukan terjebak di kamar mandi tanpa jendela dekat pintu keluar belakang. Kepala Kepolisian Nasional Kitrat Phanphet mengatakan akses ke pintu keluar diduga terhalang meja penjualan permen atau kondisi gelap. Ada pula indikasi pintu keluar lain terkunci.
Dalam inspeksi di lokasi, Wakil Perdana Menteri Anutin Charnvirakul diberitahu bahwa salah satu pintu keluar dikunci pemilik karena khawatir pelanggan kabur tanpa membayar. Pintu itu bertanda “hanya untuk staf.”
Pub telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji mendukung penuh penyelidikan. Polisi juga memeriksa langit-langit panggung untuk memastikan apakah bahan mudah terbakar digunakan dalam dekorasi.
Korban luka mencapai 75 orang, dengan 24 kritis. Mereka dirawat di 17 rumah sakit, termasuk Rajavithi Hospital yang menangani 11 pasien, enam di antaranya dalam kondisi kritis.
Kisah pilu datang dari Kaewudon Pongpanee, 24 tahun, pegawai pub asal Laos yang selamat karena berada di luar saat kebakaran. Ia kehilangan adiknya, Pongpaset, yang terjebak di dalam. “Saya ingin membawanya pulang ke orang tua saya. Orang tua saya menunggu anak-anak mereka kembali bersama, tetapi sekarang salah satu dari mereka telah pergi,” ujarnya.
Tragedi ini menyoroti lemahnya standar keselamatan bangunan hiburan di Bangkok, dengan pintu keluar darurat yang tidak berfungsi menjadi faktor utama tingginya jumlah korban.