JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan Senin, 13 Juli 2026, dengan kenaikan tipis ke level 5.930,84.
IHSG bertambah 6,48 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu sehingga tetap bertahan di zona positif.
Sejak pembukaan perdagangan, indeks langsung bergerak di area hijau dan sempat mencapai level 5.934,71.
Posisi pembukaan itu naik 10,35 poin atau 0,17 persen dari penutupan Jumat, 10 Juli 2026, di level 5.924,36.
Pergerakan tersebut memperpanjang tren positif setelah IHSG pada akhir pekan lalu menguat 11,92 poin atau 0,20 persen.
Prospek penguatan pasar masih terbuka meski investor tetap diminta mengantisipasi peluang koreksi jangka pendek.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai ruang kenaikan IHSG masih tersedia jika momentum tetap terjaga.
“Kami memperikaran IHSG berpeluang menguji area 6.083 hingga 6.203 apabila momentum penguatan berlanjut.”
“Namun, terdapat potensi koreksi menuju kisaran 5.752 hingga 5.797,” ujarnya dalam analisis hariannya, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut Herditya, area support berada di level 5.486 dan 5.317.
Sementara itu, area resistance diproyeksikan berada pada level 6.007 dan 6.286.
Ia juga merekomendasikan saham ARCI, BMRI, MINA, dan TAPG sebagai pilihan yang layak dicermati investor.
Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak menguat secara terbatas.
Secara teknikal, Pilarmas memproyeksikan support di level 5.640 dan resistance berada di kisaran 6.000.
FAC Sekuritas menilai penguatan IHSG didorong membaiknya sentimen global terhadap arah suku bunga.
Meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga global membantu menjaga arus modal menuju pasar negara berkembang.
Indonesia menjadi salah satu pasar yang memperoleh manfaat dari kondisi tersebut.
Aktivitas penawaran umum perdana saham atau IPO yang tetap tinggi turut memperkuat sentimen domestik.
Minat beli selektif terhadap saham-saham blue chip yang sebelumnya terkoreksi juga menopang laju indeks.
“Selain itu, sentimen domestik juga dinilai cukup solid seiring tingginya aktivitas penawaran umum perdana saham atau IPO.”
“Aksi beli selektif pada saham-saham blue chip yang sudah terkoreksi juga turut menopang pergerakan pasar,” katanya dalam risetnya.
Dari sektor otomotif, penjualan mobil nasional menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat sepanjang Juni 2026.
Data Gaikindo mencatat penjualan wholesales mencapai 77.555 unit pada Juni 2026.
Jumlah tersebut meningkat 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara bulanan, penjualan juga bertambah sekitar 12 persen dibandingkan Mei 2026.
Sepanjang semester pertama 2026, penjualan mobil nasional mencapai 436.567 unit.
Angka itu tumbuh 16 persen secara tahunan.
Realisasi tersebut telah memenuhi sekitar 51 persen dari target penjualan Gaikindo tahun ini sebanyak 850 ribu unit.
Sentimen positif juga datang dari bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.
Indeks Dow Jones naik 0,29 persen.
S&P 500 menguat 0,42 persen.
Nasdaq turut mencatat kenaikan sebesar 0,29 persen.
Optimisme investor terhadap musim laporan keuangan emiten menjadi pendorong utama penguatan Wall Street.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI juga kembali menarik perhatian pelaku pasar global.
Stabilnya harga minyak dunia turut meredakan kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Kondisi tersebut memberikan dukungan bagi sektor perbankan dan manufaktur di pasar global.
FAC Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak bervariasi sepanjang perdagangan hari ini.
Pelaku pasar diperkirakan tetap memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan aksi jual investor asing.***