JAKARTA – Argentina memastikan kemenangan 3-1 atas Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City.
Hasil tersebut diwarnai keputusan VAR yang memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Sebagian suporter bahkan menuding turnamen menguntungkan Argentina, meski tuduhan tersebut tidak disertai bukti.
Insiden terjadi pada menit ke-72 ketika wasit meninjau ulang pelanggaran melalui tayangan VAR.
Awalnya, Leandro Paredes menerima kartu kuning atas pelanggaran terhadap Breel Embolo.
Namun setelah peninjauan video, keputusan tersebut dibatalkan oleh wasit.
VAR menyimpulkan Embolo melakukan simulasi untuk mendapatkan keuntungan.
Karena sudah mengantongi satu kartu kuning, Embolo menerima kartu kuning kedua.
Keputusan itu otomatis membuat penyerang Swiss tersebut harus meninggalkan lapangan.
Swiss pun dipaksa melanjutkan pertandingan hanya dengan 10 pemain hingga laga berakhir.
Pelatih Swiss Murat Yakin mengecam keputusan tersebut seusai pertandingan.
“Wasit membuat keputusan yang salah,” ujar Murat Yakin seperti dikutip Yardbarker, Senin.
Mantan wasit Andy Davies kemudian menjelaskan dasar hukum keputusan tersebut.
Menurut Davies, wasit menerapkan aturan mistaken identity dalam proses peninjauan VAR.
Aturan itu memungkinkan hukuman terhadap pemain yang salah dibatalkan.
Sanksi kemudian dapat dialihkan kepada pemain yang benar-benar melakukan pelanggaran.
Dalam kondisi normal, VAR tidak dapat merekomendasikan kartu kuning.
Namun pengecualian berlaku apabila rekaman video menunjukkan pemain yang dihukum sebelumnya bukan pelaku sebenarnya.
Situasi itu membuat wasit berhak melakukan peninjauan langsung di monitor lapangan.
Davies menilai bukti video menunjukkan Embolo melakukan simulasi secara jelas.
“Bukti video menunjukkan simulasi yang dilakukan Embolo sangat jelas.”
“Setelah melihat tayangan di monitor, wasit menyetujui penilaian VAR dan mengusir Embolo karena menerima kartu kuning kedua.”
“Embolo hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena jelas berusaha menipu wasit agar pemain Argentina mendapat kartu kuning.”
Sebelum insiden itu, Swiss sempat menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye pada menit ke-67.
Gol tersebut sempat membangkitkan momentum permainan Swiss.
Namun kartu merah Embolo mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.
Argentina kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan kemenangan 3-1.
Penjelasan Davies mempertegas keputusan tersebut diambil berdasarkan regulasi pertandingan.
Kontroversi tetap bergulir, tetapi tidak ada bukti yang mendukung tudingan adanya keberpihakan terhadap Argentina.***