JAKARTA – Kekalahan Norwegia dari Inggris 1-2 di Stadion Miami, Sabtu (11/7/2026) waktu setempat, membuat para pendukungnya menutup perjalanan Piala Dunia 2026 dengan rasa pahit. Selain hasil di lapangan, mereka juga menilai turnamen kali ini sebagai ajang yang sangat mahal.
Eirik, suporter asal Oslo, mengaku harus merogoh kocek sekitar 230 ribu dolar AS (Rp4,1 miliar) untuk menyaksikan seluruh laga Norwegia, termasuk biaya perjalanan. “Itu salah satu hal negatif dari Piala Dunia kali ini,” ujarnya, dilansir Antara, Minggu (12/7/2026). Ia menilai FIFA seharusnya menjual tiket dengan harga lebih terjangkau. “Oke, saya mengerti permintaan sangat banyak. Namun, harga itu terlalu mahal. Seharusnya, mereka menjualnya dengan harga yang ramah suporter,” tambahnya.
Andreas, pendukung lain yang datang dari Spanyol bersama dua putranya, menghabiskan 10-12 ribu dolar AS (Rp180-217 juta) untuk menyaksikan laga kontra Inggris. Sementara Brandon, yang tinggal di Miami, mengeluarkan 5.500 dolar AS (Rp99 juta) bersama istrinya. “Itu ditambah semua minuman, ya,” katanya.
FIFA memang disorot karena harga tiket yang tinggi. Untuk laga perempat final Norwegia vs Inggris, tiket termurah dipatok 1.677 dolar AS (Rp30 juta) dan termahal mencapai 18 ribu dolar AS (Rp325 juta). Harga tiket semifinal bahkan lebih tinggi, mulai dari 3.000 dolar AS (Rp54 juta) untuk Prancis vs Spanyol, dan 4.400 dolar AS (Rp79,5 juta) untuk Inggris vs Argentina.
Nilai tiket terus menanjak hingga babak akhir. Perebutan tempat ketiga dijual mulai 6.260 dolar AS (Rp113 juta), sementara tiket final pada 19 Juli dipatok minimal 8.500 dolar AS (Rp153 juta).