Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian membara. Sebuah surat kabar konservatif terkemuka di Iran, Hamshahri, memicu kegemparan global setelah memublikasikan daftar berisi nama-nama tokoh dunia yang diklaim bakal menjadi target operasi balas dendam atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Melansir laporan AFP, Minggu (12/7/2026), daftar hitam tersebut menyasar para petinggi negara dari Amerika Serikat, Israel, hingga sejumlah kekuatan utama di Eropa. Informasi ini disebarkan melalui sebuah infografik daring yang dirilis oleh media yang berbasis di Teheran tersebut pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat.
Infografik itu memajang foto 13 pemimpin asing, lengkap dengan kutipan pernyataan keras dari Mojtaba Khamenei—putra sekaligus sosok yang digadang-gadang sebagai penerus takhta Ali Khamenei. Sebagai informasi, Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu, insiden berdarah yang memicu meletusnya perang besar di Timur Tengah.
Sumpah Mojtaba Khamenei: “Tidak Akan Mati Tenang di Ranjang”
Sejak kepergian ayahnya, Mojtaba Khamenei berulang kali mengobarkan genderang perang dan menjanjikan aksi balasan yang mematikan. Dalam pesan perdana yang ia sampaikan usai prosesi pemakaman sang ayah pekan ini, ia menegaskan bahwa operasi pembalasan adalah harga mati.
“Pembalasan dendam ini merupakan kehendak mutlak bangsa kami dan suka atau tidak suka, pasti akan dilaksanakan,” tegas Mojtaba pada Sabtu (11/7/2026), dikutip dari AFP.
Ia juga mengirimkan ancaman mengerikan bahwa para “penjahat” yang namanya masuk dalam daftar buruan tersebut tidak akan pernah merasakan kematian yang tenang di atas tempat tidur mereka. Meski demikian, infografik kontroversial ini tidak mencantumkan logo pengesahan resmi dari pihak pemerintah Iran maupun kantor emirat Pemimpin Tertinggi. Sebelum insiden ini, mendiang Khamenei memang sempat menyatakan bahwa Iran telah menyusun daftar target individu secara rahasia tanpa pernah membuka nama-namanya ke publik.
Daftar Tokoh Dunia yang Menjadi Target
Di antara 13 nama yang dirilis oleh infografik Hamshahri, terdapat jajaran elite politik barat dan sekutunya, termasuk:
-
Donald Trump (Presiden Amerika Serikat)
-
Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel)
-
Keir Starmer (Perdana Menteri Inggris)
-
Marco Rubio (Menteri Luar Negeri AS)
-
Pete Hegseth (Menteri Pertahanan AS)
-
Emmanuel Macron (Presiden Prancis)
-
Giorgia Meloni (Perdana Menteri Italia)
-
Friedrich Merz (Kanselir Jerman)
Menariknya, grafik digital yang sempat menghebohkan jagat maya tersebut mendadak hilang dan tidak dicetak pada surat kabar Hamshahri edisi cetak konvensional yang terbit pada hari Minggu (12/7/2026).
Sepanjang kecamuk perang ini, Teheran terus menuduh negara-negara Eropa bertindak munafik karena menolak mengecam serangan di wilayah Iran. Eropa juga dituding bersekongkol secara militer dengan mengizinkan jet-jet tempur Amerika Serikat melintasi ruang udara mereka untuk menggempur Iran.
Kondisi Mojtaba Khamenei sendiri diselimuti misteri. Ia tidak pernah lagi terlihat di depan publik sejak sebelum perang berkecamuk dan dirumorkan ikut terluka parah dalam serangan bom yang menewaskan ayahnya.