JAKARTA – Tiga orang, termasuk seorang anak, terluka di Qatar pada Minggu (12/7/2026) akibat reruntuhan dari perasi pencegahan serangan Iran. Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan, “Para korban luka sedang menerima perawatan yang diperlukan.”
Pihak berwenang segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat sesuai rencana kontingensi yang berlaku. Insiden ini terjadi setelah Iran mengklaim melancarkan serangan terhadap situs militer AS di Bahrain, Kuwait, Yordania, Qatar, dan Oman. Uni Emirat Arab juga melaporkan berhasil mencegat serta membalas serangan rudal dan drone Iran.
Amerika Serikat merespons dengan serangan putaran ketiga yang menargetkan radar, rudal, dan drone di Iran selatan. Serangan itu dilakukan setelah Iran menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur strategis tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Menurut Komando Pusat AS yang dilansir Anadolu, sebuah kapal kontainer berbendera Siprus mengalami kerusakan parah di ruang mesin akibat serangan Iran, dengan satu kru dilaporkan hilang. Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia, kembali menjadi titik panas dalam konflik yang terus memanas.