Marc Marquez benar-benar melakukan keajaiban di paruh pertama musim MotoGP 2026. Pembalap pabrikan Ducati ini tampil dominan dari pole position untuk merebut kemenangan mutlak di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Hasil ini sekaligus membawanya memangkas jarak menjadi hanya tersisa 18 poin dari puncak klasemen.
Lompatan ini terbilang gila. Pasalnya, usai gelaran GP Italia bulan lalu, sang juara dunia bertahan sempat terdampar dan tertinggal sejauh 102 poin. Namun, lewat performa magis yang membuahkan kemenangan beruntun di Hongaria, Ceko, dan kini Jerman—ditambah hancurnya momentum Marco Bezzecchi (Aprilia) akibat cedera—Marquez sukses menciptakan salah satu kebangkitan paling epik dalam sejarah MotoGP.
Dominasi 30 Lap Tanpa Perlawanan Berarti
Setelah memenangi sesi Sprint hari Sabtu, Marquez langsung melakukan start kilat (holeshot) pada hari Minggu untuk memimpin jalannya balapan. Di belakangnya, sang adik, Alex Marquez (Gresini Ducati), sempat membayangi ketat dan menjaga jarak tipis sekitar 0,3 hingga 0,5 detik selama delapan putaran awal.
Namun, drama di lintasan langsung menggugurkan barisan rival satu per satu. Fabio Di Giannantonio (VR46) melakukan start buruk hingga tercecer di belakang duo Trackhouse Aprilia, pembalap Italia ini akhirnya crash di Tikungan 10 pada lap ke-4 saat berada di posisi kelima.
Nasib sial menimpa Alex marquez (Gresini) di lap ke-9. Saat berupaya menempel sang kakak, ia kehilangan kendali dan terjatuh di tikungan terakhir.
Insiden Alex langsung membuka keunggulan Marc Marquez hingga 1,3 detik di depan Raul Fernandez. Seiring jalannya balapan, Marquez memperlebar jarak hingga lebih dari dua detik sebelum akhirnya menurunkan tempo di lap-lap akhir dan menyentuh garis finis dengan keunggulan nyaman 1,996 detik. Ini menjadi kemenangan balapan utama ketiganya musim ini sekaligus kemenangan ke-10 sepanjang kariernya di Sachsenring.
Sengatan Telat Ogura dan Posisi Aman Jorge Martin
Perebutan podium justru berlangsung sengit di internal tim Trackhouse Aprilia. Raul Fernandez yang tampil apik sepanjang laga akhirnya harus menyerahkan posisi kedua kepada rekan setimnya, Ai Ogura, yang melakukan manuver tajam di Tikungan 1 saat balapan menyisakan enam putaran. Ogura pun finis sebagai runner-up, diikuti Fernandez di podium ketiga.
Sementara itu, bintang muda KTM, Pedro Acosta, merangsek dari posisi start ke-8 untuk menantang barisan depan, meski akhirnya harus puas finis di peringkat keempat.
Di sisi lain, pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin (Aprilia), memilih bermain taktis. Martin sukses menahan gempuran telat dari Pecco Bagnaia untuk mengamankan posisi kelima. Hasil ini cukup bagi Martin untuk mempertahankan takhta klasemen menjelang libur musim panas dengan keunggulan 14 poin atas Ogura di posisi kedua, dan 18 poin atas Marquez yang terus menguntit di posisi ketiga.