MISSOURI – Missouri, Amerika Serikat dilanda banjir besar setelah hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut, menewaskan seorang perempuan dan memicu ratusan operasi penyelamatan.
Korban tewas diketahui bernama Faith Gregory yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah rumahnya hanyut diterjang banjir di Crawford County.
Mengutip laporan AP News, Minggu, Jenazah Gregory ditemukan relawan sekitar 3 kilometer dari lokasi rumahnya di aliran Huzzah Creek pada Sabtu waktu setempat.
Otoritas memastikan tidak ada lagi warga yang masih dinyatakan hilang di wilayah Crawford County setelah proses pencarian selesai.
Hujan deras sejak Jumat memicu banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Missouri serta mengancam beberapa negara bagian lain di Amerika Serikat.
Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) menyebut cuaca buruk membentang dari Pegunungan Ozark hingga lembah Sungai Ohio dan Tennessee.
Badai diperkirakan masih membawa hujan lebat, angin kencang, serta banjir bandang yang dapat berlanjut hingga Minggu.
Di Tennessee bagian timur, banjir menyebabkan sejumlah jalan ditutup dan jaringan listrik mengalami gangguan.
Pemerintah di Kentucky hingga West Virginia mengimbau warga bersiap mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi bila kondisi memburuk.
Badan Penanggulangan Darurat Missouri memperingatkan potensi banjir susulan masih tinggi karena badai baru diperkirakan kembali melintas.
Wilayah yang sebelumnya diguyur hujan 15 hingga 30 sentimeter menjadi daerah paling berisiko mengalami banjir tambahan.
Salah satu operasi penyelamatan terbesar berlangsung di Camp Taum Sauk, dekat Lesterville, Missouri tenggara.
Akses menuju lokasi perkemahan terputus setelah jalan rusak diterjang arus banjir yang sangat deras.
Lebih dari 200 anak dan staf perkemahan berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Black Hawk milik Garda Nasional Angkatan Darat AS.
Seluruh peserta kemudian diterbangkan menuju sekolah dasar terdekat sebelum dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.
Pengelola Camp Taum Sauk menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas penyelamat melalui media sosial.
Mereka menulis, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan Anda dalam menjaga komunitas perkemahan kami tetap aman.”
Insiden lain terjadi di area perkemahan Bearcat Getaway dekat Sungai Black yang berjarak sekitar 140 kilometer di selatan St. Louis.
Sejumlah pengunjung sempat menyelamatkan diri ke atap bangunan ketika banjir datang secara tiba-tiba.
Bangunan tersebut akhirnya roboh akibat tekanan arus dan beban yang terus meningkat.
“Karena beban di atasnya dan derasnya arus di bawah bangunan, akhirnya bangunan itu runtuh.” kata Sersan Eddie Young.
Tim penyelamat juga mengevakuasi tiga orang yang sempat terjebak di atas pohon di sepanjang Sungai Black, Reynolds County.
Gubernur Missouri Mike Kehoe menetapkan status darurat untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan.
Ratusan warga berhasil diselamatkan dari banjir, termasuk mereka yang terjebak di kendaraan, atap rumah, dan pepohonan.
Sejumlah jalan utama masih tidak dapat dilalui akibat genangan serta kerusakan infrastruktur.
Permukaan Sungai Black diperkirakan mencapai lebih dari 8,5 meter di dekat Annapolis, tertinggi sepanjang pencatatan di lokasi tersebut.
“Ketika pemulihan terus berlangsung dan hujan tambahan diperkirakan turun, saya mengimbau semua warga di daerah rawan banjir dan dataran rendah untuk terus memantau cuaca, memiliki beberapa cara menerima peringatan, dan siap mengambil langkah perlindungan.” ujar Mike Kehoe.
Di Reynolds County, dua perahu penyelamat sempat terbalik diterjang arus deras.
Seluruh petugas yang berada di perahu berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim penyelamat lainnya.
Ahli meteorologi NWS Matt Beitscher menyebut kawasan terdampak merupakan destinasi wisata alam yang sangat ramai dikunjungi.
“Ini adalah kawasan rekreasi yang sangat populer sehingga terdapat banyak area berkemah, lokasi wisata sungai, dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap banjir bandang.” kata Matt Beitscher.
Hingga kini, otoritas masih melakukan pemulihan sambil bersiaga menghadapi potensi hujan deras berikutnya.***