Delegasi resmi Republik Indonesia menuntaskan misi diplomatik dan religi mereka di Iran dengan melakukan takziah ke makam mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, di kota Mashhad. Rombongan tingkat tinggi Indonesia ini di antaranya dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, hingga Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Prosesi pemakaman Ayatollah Seyyed Ali Khamenei sendiri telah dilaksanakan dengan khidmat pada Kamis (9/7/2026) di Kompleks Makam Suci Imam Reza (Imam Reza Shrine), Mashhad, yang merupakan kota kelahiran sang pemimpin di wilayah timur laut Iran.
Tokoh besar Iran tersebut gugur dalam serangan brutal Israel-Amerika Serikat pada akhir Februari 2026 lalu, sebuah insiden fatal yang memicu eskalasi perang besar di kawasan Timur Tengah selama berbulan-bulan.
“Alhamdulillah, delegasi RI telah bertakziah ke makam mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di Mashhad,” tulis Ketua MPR Ahmad Muzani melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (11/7/2026).
Kedatangan delegasi Indonesia di tempat suci tersebut disambut hangat oleh Penjaga Utama Makam Suci Imam Reza, Ayatollah Ahmad Marvi. Muzani menjelaskan bahwa tempat persemayaman terakhir mendiang Pemimpin Tertinggi berada di dalam kompleks yang sama dengan makam Imam Reza, Imam ke-8 yang sangat dihormati oleh umat Islam di Iran serta peziarah dari seluruh belahan dunia. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian takziah, delegasi RI dilaporkan langsung bertolak kembali ke Tanah Air.
Memperkuat Kerja Sama Konkret Jakarta-Teheran
Di sela-sela kunjungan duka tersebut, Menlu RI Sugiono juga menggelar pertemuan bilateral khusus dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, pada Jumat (10/7/2026) waktu setempat. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merekatkan kembali hubungan diplomatik kedua negara di tengah situasi regional yang dinamis.
“Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua Menteri Luar Negeri menegaskan komitmen kuat untuk terus memperkokoh hubungan Indonesia-Iran melalui peningkatan kerja sama yang nyata di berbagai sektor prioritas,” tulis siaran pers resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Menlu Sugiono juga mendorong optimalisasi berbagai mekanisme kerja sama bilateral yang sudah ada demi mempercepat implementasi program-program yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Selain membahas hubungan bilateral, kedua menteri luar negeri ini bertukar pandangan secara mendalam mengenai situasi geopolitik global. Baik Indonesia maupun Iran sepakat dan menegaskan kembali pentingnya penyelesaian konflik internasional melalui jalur dialog, jalur diplomasi, penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara, serta kepatuhan pada hukum internasional.