JAKARTA – Kementerian Perdagangan membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk tampil pada Saudi Fashion & Tex Expo 2026 di Jeddah, Arab Saudi.
Program ini ditujukan bagi sektor fesyen, tekstil, aksesori, serta alas kaki yang telah siap memasuki pasar internasional.
Pameran internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24-27 September 2026 di Kota Jeddah.
Pendaftaran peserta dibuka hingga 15 Juli 2026 bagi pelaku usaha yang memenuhi seluruh persyaratan seleksi.
Ajang ini menjadi sarana memperkenalkan produk Indonesia kepada pembeli potensial dari kawasan Teluk dan berbagai negara.
Selain promosi, peserta juga berpeluang membangun kemitraan bisnis dan memperluas jaringan perdagangan global.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis.
“Saudi Fashion & Tex Expo 2026 menjadi momentum tepat memperkenalkan kualitas dan daya saing produk Indonesia ke pasar kawasan Teluk.”
“Kami mengajak pelaku usaha memperluas jaringan bisnis, menjalin kemitraan dengan calon pembeli, serta membuka peluang ekspor baru,” ujar Puntodewi dalam keterangannyA, Senin, 13 Juli 2026.
Saudi Fashion & Tex Expo menghadirkan produsen, eksportir, importir, distributor, peritel, hingga pembeli dari berbagai negara.
Kemendag menyediakan tautan pendaftaran resmi bagi pelaku usaha yang ingin mengikuti proses seleksi.
Peserta terpilih akan memperoleh dukungan pemerintah selama mengikuti pameran di Arab Saudi.
Fasilitas tersebut meliputi stan pameran, transportasi, forum bisnis, serta kegiatan business matching.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ari Satria menjelaskan syarat utama bagi calon peserta.
Perusahaan wajib memiliki NIB atau KBLI yang sesuai dengan bidang usahanya.
Produk yang didaftarkan juga harus siap ekspor serta memenuhi standar dan sertifikasi yang dibutuhkan.
Peserta diwajibkan memiliki paspor yang masih berlaku sebelum mengikuti kegiatan di luar negeri.
Selain itu, setiap peserta harus mengikuti proses kurasi produk yang ditetapkan penyelenggara.
Seluruh transaksi bisnis selama pameran juga wajib dilaporkan sebagai bagian dari ketentuan program.
Kemendag turut menjadwalkan kegiatan sosialisasi Saudi Fashion & Tex Expo pada 16 Juli 2026.
Sosialisasi akan mengulas teknis pameran, karakteristik pasar, serta peluang ekspor ke Arab Saudi.
Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menyebut pasar Arab Saudi masih sangat menjanjikan.
“Arab Saudi merupakan salah satu pasar potensial bagi produk fesyen dan tekstil Indonesia.”
“Pelaku usaha Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat penetrasi pasar dan meningkatkan ekspor,” ujar Zulvri.
Pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha nasional memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pasar ekspor nonmigas.***