BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali mematangkan rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama, terutama saat musim liburan. Jalur yang tengah dikaji akan menghubungkan kawasan Summarecon Gadog dengan Rest Area Gunung Mas di Kecamatan Cisarua.
Proyek tersebut masih berada pada tahap studi kelayakan (feasibility study). Pemerintah daerah juga sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah investor untuk melihat kemungkinan kerja sama dalam merealisasikan pembangunan transportasi berbasis wisata tersebut.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, pembangunan kereta gantung merupakan salah satu konsep transportasi yang dipersiapkan untuk mendukung penataan kawasan Puncak. Selain kereta gantung, pemerintah juga mengkaji sejumlah alternatif moda transportasi lain yang dinilai dapat meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan wisata.
Menurutnya, proyek tersebut membutuhkan investasi yang sangat besar sehingga tidak memungkinkan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu, Pemkab Bogor membuka peluang investasi dari pihak swasta agar pembangunan dapat berjalan tanpa membebani keuangan daerah.
Rencana jalur kereta gantung dimulai dari kawasan Summarecon Gadog yang akan difungsikan sebagai titik awal atau shelter bawah. Lokasi tersebut dirancang sebagai kawasan park and ride, sehingga wisatawan dapat memarkir kendaraan mereka sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta gantung menuju kawasan Rest Area Gunung Mas.
Dengan konsep tersebut, jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke jalur utama Puncak diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Selama ini, tingginya volume kendaraan menuju kawasan wisata sering memicu antrean panjang, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Rest Area Gunung Mas dipilih sebagai titik akhir perjalanan karena lokasinya yang strategis di kawasan wisata Puncak. Area tersebut sebelumnya juga telah dikembangkan sebagai pusat penataan kawasan, termasuk untuk mendukung aktivitas wisata dan pengelolaan arus kendaraan.
Selain berfungsi sebagai moda transportasi, kereta gantung juga diharapkan menjadi daya tarik wisata baru di Kabupaten Bogor. Wisatawan nantinya dapat menikmati perjalanan dari udara dengan panorama perbukitan dan hamparan kebun teh yang menjadi ciri khas kawasan Puncak.
Konsep serupa telah diterapkan di sejumlah destinasi wisata dunia dan dinilai mampu meningkatkan pengalaman wisata sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Karena itu, Pemkab Bogor menilai moda transportasi ini berpotensi memberikan manfaat ganda, baik dari sisi mobilitas maupun sektor pariwisata.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa realisasi proyek masih bergantung pada hasil studi kelayakan. Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi teknis, dampak lingkungan, kebutuhan investasi, hingga proyeksi jumlah penumpang yang akan menggunakan layanan kereta gantung.
Pemerintah juga akan memastikan pembangunan dilakukan sesuai dengan ketentuan tata ruang serta memperhatikan kelestarian lingkungan kawasan Puncak. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan penting mengingat wilayah tersebut merupakan daerah resapan air sekaligus destinasi wisata alam yang harus dijaga keberlanjutannya.
Di sisi lain, proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran moda transportasi baru diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, serta menciptakan lapangan kerja selama proses pembangunan maupun setelah beroperasi.
Pemkab Bogor menyebut komunikasi dengan calon investor masih terus berlangsung. Pemerintah berharap kerja sama tersebut dapat menghasilkan skema pembiayaan yang sehat sehingga pembangunan infrastruktur dapat dilakukan tanpa mengganggu prioritas anggaran daerah.
Apabila seluruh tahapan kajian berjalan sesuai rencana dan investasi berhasil diperoleh, kereta gantung Puncak berpotensi menjadi salah satu proyek transportasi wisata terbesar di Kabupaten Bogor. Moda ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama di jalur wisata Puncak, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi wisatawan. (ACH)