Gelombang kecaman publik akibat beredarnya kembali video dugaan pelecehan terhadap food vlogger asal Korea Selatan, Kelly, langsung direspons cepat oleh dunia bisnis. Restoran MakanQ yang berlokasi di kawasan populer Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, secara resmi mengumumkan pemecatan Eko Minsya Saputra dari jajaran manajemen perusahaan pada Senin (13/7/2026).
Langkah pemutusan hubungan kerja ini diambil setelah nama restoran Makassar tersebut ikut terseret. Warganet yang geram berbondong-bondong membanjiri kolom ulasan Google Maps MakanQ dengan rating bintang satu disertai komentar kecaman.
“Menanggapi isu dan situasi yang tengah berkembang, kami dari manajemen MakanQ ingin menyampaikan informasi bahwa mulai hari ini, saudara Eko Minsya sudah tidak lagi menjadi bagian dari MakanQ,” tulis pihak manajemen melalui akun Instagram resminya.
Pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para pelanggan setia atas kegaduhan yang terjadi. Mereka menegaskan situasi ini akan menjadi momentum evaluasi besar internal untuk menjaga nilai-nilai etika bisnis mereka.
Duduk Perkara: Rekaman Tahun 2024 yang Bocor Kembali
Kasus yang menimpa Eko Minsya sebenarnya berakar dari insiden yang terjadi pada tahun 2024 silam. Kala itu, Kelly sedang membuat konten kuliner dan menyantap makanan di Restoran MakanQ. Namun, rekaman yang memperlihatkan tindakan kurang terpuji Eko terhadap kreator konten asing tersebut mendadak kembali viral dan memicu kemarahan baru di media sosial pada pertengahan Juli 2026.
Menyadari dirinya menjadi sasaran kritik, Eko sempat membatasi akses dengan mengunci akun Instagram pribadinya. Tak lama berselang, ia memilih platform Threads untuk mengunggah pernyataan klarifikasi dan pengakuan.
Poin-Poin Klarifikasi Eko Minsya
Melalui pernyataan tertulisnya, Eko tidak menampik identitas pria yang ada di dalam video tersebut dan menyampaikan beberapa poin pembelaan. Eko membenarkan bahwa sosok dalam video viral yang melibatkan Kelly tersebut adalah dirinya.
Ia menyatakan bahwa masalah ini sebenarnya sudah diselesaikan secara langsung pada tahun 2024 melalui permintaan maaf terbuka dan komunikasi personal via pesan langsung (Direct Message) dengan Kelly.
Meski menyayangkan video lama tersebut kembali digulirkan ke publik, Eko menegaskan tidak akan lari dari tanggung jawab moral.
“Saya kembali menyampaikan permohonan maaf kepada Kelly dan kepada seluruh pihak yang merasa kecewa atau terganggu akibat kejadian ini. Saya tidak bermaksud menghindari tanggung jawab ataupun mencari pembenaran,” tulis Eko menutup klarifikasinya.